Rapid Test Bisa Hasilkan Hasil Positif Palsu, Bagaimana dengan Serologi?

Dewi Kania, Jurnalis
Kamis 11 Juni 2020 21:17 WIB
Ilustrasi. (Shutterstock)
Share :

TES serologi antibodi dapat menjadi pilihan baru untuk mendeteksi Covid-19. Metode skrining ini bahkan digadang-gadang lebih akurat dan praktis ketimbang rapid test.

Tes serologi antibodi digunakan untuk menentukan kemungkinan seseorang mendapatkan kekebalan terhadap patogen. Tubuh manusia membuat antibodi sebagai respons terhadap banyak penyakit.

Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, tes antibodi diperlukan untuk mendeteksi antibodi terhadap Covid-19. Menariknya tes ini tanpa ada reaktivitas silang dengan virus corona serupa lainnya atau virus influenza yang biasa, yang dapat menghasilkan hasil positif palsu dan dengan demikian secara keliru menunjukkan potensi kekebalan.

Country Manager Roche Diagnostics Indonesia Ahmed Hassan mengatakan, tes serologi antibodi dapat menjadi solusi untuk masyarakat dalam mendeteksi Covid-19. Bahkan juga menghindari hasil tes palsu, yang selama ini dikhawatirkan masyarakat.

"Hasil positif palsu terjadi ketika seseorang menerima hasil tes positif, ketika mereka seharusnya menerima hasil negatif. Masalah ini sering dialami masyarakat," kata dia lewat keterangan resminya.

Ahmed menambahkan, di Indonesia terdapat metode tes tes serologi antibodi SARS-CoV-2 berbasis lab CLIA. Menurutnya, spesifisitas dan sensitivitas yang tinggi dari tes antibodi SARS-CoV-2 ini merupakan bagian penting dalam mitigasi pandemi Covid-19.

"Sudah banyak rumah sakit yang menerima pelayanan tes serologi Coviud-19 dengan instrumen robotik," tambahnya.

Perlu diketahui, tes serologi antibodi sendiri juga sudah diakui oleh CE (Conformite Europene), FDA EUA (Emergency Use Authorization), dan NHS serta digunakan di Amerika Serikat, Australia, Eropa, Inggris, dan Singapura.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya