Sempatkah Anda semalam melihat tampilan bulan begitu cantik, bulat sempurna berwarna oranye jingga? Jika terheran-heran kenapa bulan yang biasanya berwarna putih tersebut mendadak berubah warna, ternyata karena semalam adalah ‘Flower Moon’.
Sebagaimana dilansir Standard, Jumat (8/6/2020), flower moon semalam adalah yang terakhir dari seri rangkaian tiga fenomena supermoons di 2020 yang telah muncul sejak Februari 2020 lalu. Flower moon semalam bisa tampak terlihat jelas sejak 6 Mei pagi hingga 8 Mei dan menurit NASA paling bersinar pada 7 Mei pukul 6:45 AM ET atau sekitar pukul 5.45 WIB.
Mengutip CNN, fenomena supermoon sendiri terjadi ketika posisi bulan berada dalam jarak 90 persen dari perigee (pendekatan terdekat dengan bumi di orbit). Maka dari itu bulan akan tampak lebih terang dan lebih besar di langit malam.
Istilah "supermoon" diketahui diciptakan oleh ahli astrologi Richard Nolle pada tahun 1979, sebagai istilah untuk menggambarkan kondisi bulan yang sekitar enam persen lebih besar dari ukuran khas bulan purnama, sekitar 14 persen lebih besar dari mikromoon, yaitu saat bulan berada pada titik terjauhnya titik dari bumi.
Fenomena full moon yang terjadi pada Mei 2020 inilah yang diketahui disebut sebagai flower moon. Alasannya sederhana, menurut keterangan Royal Observatory Greenwich, karena bulan purnama ini muncul pada waktu tepat bunga-bunga bermekaran ketika musim semi tiba.
Jika semalam Anda terlewat untuk menyaksikan langsung betapa cantiknya flower moon. Maka untuk bisa melihat fenomena supermoon selanjutnya, harus cukup bersabar.
Pasalnya, fenomena supermoon selanjutnya, setelah flower moon yang paling teranyar ini baru akan bisa dilihat pada April 2021 mendatang. (hel)
(Muhammad Saifullah )