Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19, Achmad Yurinato, kembali mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa gugus tugas penanganan pandemi virus corona atau COVID-19 bekerja berdasar pada arahan Presiden Joko Widodo.
Setidaknya ada dua arahan yang telah dicanangkan Presiden Jokowi demi membentuk penyebaran COVID-19 yakni, tentang pengujian sampel secara masif dan pelaksanaan untuk pelacakan kasus secara lebih agresif.
Pemeriksaan sampel, kata Yuri, telah disesuaikan dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam hal ini, pengelolaan dan pelaporan pandemi Covid 19 adalah melalui pemeriksaan antigen dengan menggunakan metode real time PCR. Bukan pemeriksaan antibodi melalui rapid test.
"Oleh karena itu pemeriksaan real time PCR mempersyaratkan bahwa laboratorium yang melaksanakan pemeriksaan harus memiliki fasilitas Biosecurity level 2 atau BSL 2 atau memiliki BSL kabinet," tegasnya dalam konferensi pers BNPB, Kamis (23/4/2020).
Lebih lanjut Yuri menjelaskan, pemeriksaan ini membutuhkan reagen dan alat tertentu yang sampai saat ini terus didatangkan pemerintah dari negara lain.
Namun, masyarakat diminta untuk bersabar mengingat dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, maka semua negara di dunia yang terdampak Covid-19 juga membutuhkan reagen.
"'Mengingat kapasitas produksi reagen ini terbatas, maka gugus tugas nasional bekerja keras untuk mencari, untuk menemukan reagen ini di seluruh dunia, dan berusaha dengan segala cara agar negara kita bisa mendapatkannya, agar kepentingan bangsa kita bisa kita penuhi," tegasnya.
Dari data yang dijabarkan Yuri, sejak 16 April Indonesia telah mendapatkan bantuan tes kit reagen sebanyak 10.000 buah. Jumlah tersebut bertambah secara berkala sebanyak 50.000 buah pada 19 April, 12.300 buah pada 21 April, dan hari ini Indonesia mendapat bantuan 15.000 tes kit reagen dari Korea Selatan.
"Saat ini sedang dalam penerbangan dari Korea Selatan ke Jakarta kita berharap malam ini sudah tiba," ungkap Yuri.
Secara keseluruhan, per tanggal 24 April nanti, pemerintah berharap dapat menyediakan 400.000 tes kit yang akan didistribusikan ke seluruh laboratorium yang mampu dan memenuhi syarat untuk melakukan pemeriksaan.
"Sehingga pengujian sampel secara masif bisa di lakukan. Pasien dalam pengawasan yang saat ini dirawat di berbagai Rumah Sakit juga bisa segera kita periksa. Termasuk pasien konfirmasi positif yang sedang dirawat bisa segera kita ikuti perkembangan laboratoriumnya," kata Yuri.
Arahan kedua kedua adalah tentang komunikasi yang efektif, detail, dan transparan kepada semua pihak. Untuk itu, pemerintah sudah memberikan arahan mulai tingkat desa hingga provinsi untuk membentuk relawan sebanyak-banyaknya.
Para patriot bangsa ini akan berkontribusi nyata untuk melawan Covid-19 dan membantu petugas medis dalam mengedukasi masyarakat, mengajak mereka untuk disiplin, dan menyediakan tempat isolasi bagi kelompok-kelompok di desa hingga kabupaten/kota.
"Untuk itu kita mengkoordinasikan aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama Babinsa dan Babinkamtibmas, bidan desa untuk bersama masyarakat membangun desa menjadi benteng pertahanan Covid-19 yang mandiri dan efektif dengan berbasis pada kekuatan masyarakat itu sendiri," tandasnya.
Terkait update kasus positif corona dan korban meninggal di Indonesia, Yuri menjelaskan sampai dengan tanggal 23 April 2020 pada pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang diperiksa rapid test PCRnya adalah 59.935 orang, dengan konfirmasi positif Covid-19 7.775 kasus, 960 orang dinyatakan sembuh, dan 647 orang dilaporkan meninggal dunia.
(Helmi Ade Saputra)