Kelakuan masyarakat saat pandemi COVID-19 banyak yang menarik perhatian dunia. Sebut saja aksi seniman di beberapa negara yang memainkan alat musik di rumah masing-masing. Atau Anda masih ingat momen saat masyarakat Wuhan menyemangati satu sama lain di malam hari?
Selain hal-hal itu, kini muncul aksi yang mungkin sedikit ekstrem. Ya, beberapa orang mulai mencabut gigi mereka sendiri di tengah pandemi COVID-19. Bukan tanpa alasan, aksi ini dilakukan karena dokter gigi banyak yang tutup.
Salah satunya dilakukan oleh Billy Taylor. Dalam channel Youtubenya, pria berusia 33 tahun itu memperlihatkan aksi cabut gigi sendiri dengan tang. Ia terpaksa melakukan itu karena dokter giginya membatalkan janji.
Aksi ekstrem ini Billy lakukan karena dirinya sudah tak kuat merasakan sakit akibat infeksi yang terjadi pada giginya. Daripada rasa itu terus mengganggu, akhirnya dia memutuskan cabut sendiri. "Aku sudah nggak kuat merasakan sakitnya," keluhnya pada kantor berita SWNS.
Sebelumnya, Billy sudah memuat janji dengan dokter gigi langganannya. Namun, janji tersebut harus dibatalkan karena pandemi COVID-19 yang mengharuskan dokter gigi menutup sementara praktiknya, kecuali pada kasus darurat.
"Dokter gigiku menjelaskan, aku hanya bisa datang kepada dirinya kalau sakit yang aku rasakan sudah mengganggu pernapasan. Kalau tidak, lebih baik di rumah saja," cerita Billy.
Padahal, Billy sudah mengalami kondisi yang terbilang parah, meski napasnya masih tergolong aman. Ya, Billy menjelaskan kalau wajahnya sudah bengkak dan migrain berkepanjangan. "Saat ingin membuat janji ke dokter gigi, kondisi saya sangat parah. Aku merasa cukup terluka," sambungnya.
Nah, karena tak ingin merasakan siksaan lebih lama, akhirnya dia coba menyabut giginya sendiri dengan bantuan video Youtube. Ya, senekad itu karena Billy sudah tak ingin merasakan sakit.
Dalam video yang dia tonton, cabut gigi bisa dilakukan dengan tang dan dia mengamini teknik tersebut. Sebelum akhirnya coba menyabut gigi yang sakit, video itu pun menyarankan dia untuk minum beberapa tenggak wiski untuk menurunkan tensi kesakitan.
Sebelumnya, Billy juga meminta agar anak laki-lakinya yang bernama Leo menemani dia, takut takut pingsan karena rasa sakit yang teramat.
Singkat cerita, gigi Billy yang sakit sudah tercabut. Rasa sakit itu benar-benar ia rasakan. "Setelah melakukan aksi tersebut, saya tidak akan merekomendasikan siapapun untuk melakukan apa yang aku lakukan. Apa yang aku lakukan benar-benar bisa menghancurkan seluruh gigi," terangnya.
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Gigi Inggris Mick Armstrong menerangkan, apa yang dialami Billy adalah hal normal sekarang. Ya, semakin banyak orang yang akhirnya turun tangan sendiri mengatasi masalah giginya.
"Karena praktik dokter gigi tutup, alhasil banyak orang mengandalkan 'DIY dentistry' yang ada di Youtube untuk mengatasi masalah giginya," paparnya.
Perlu Anda ketahui, pada 10 Maret American Dental Association (ADA) merekomendasikan para dokter gigi untuk tutup sementara kecuali darurat sampai 30 April. Keputusan ini diambil untuk memperlambat penyebaran virus corona COVID-19.
Namun, ADA menegaskan bahwa masyarakat tetap harus berkonsultasi dengan ahli ketika mengalami masalah kesehatan. Ini tetap dilakukan agar Anda bisa mengatasi masalah, meskipun tak bertemu langsung dengan dokter ahlinya.
ADA pun mendesak agar penutupan sementara itu tak berlangsung lama. Tentunya, jika keputusan buka kembali, para dokter menggunakan APD lengkap dan menerapkan protokol kesehatan lainnya.
Hal ini penting agar meminimalisir penyakit lain yang akhirnya malah 'terabaikan'.
"Semakin lama praktik gigi tutup, semakin besar kemungkinan penyakit yang tak terobati muncul dan meningkatkan kompleksitas dan biaya yang akhirnya jauh lebih tinggi untuk pasien," isi laporan ADA.
(Helmi Ade Saputra)