Tak bisa dipungkiri, pandemi virus corona COVID-19 juga memberikan dampak pada kesehatan mental. Dampak ini termasuk menimpa masyarakat yang sedang menjalankan imbauan pemerintah untuk tetap di rumah.
Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia yang telah mencapai 1.046 secara tidak sadar telah menimbulkan kecemasan masyarakat. Namun, yang perlu diketahui, rasa cemas berlebihan juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Tentunya hal ini dapat membuat imunitas menurun.
Karenanya, penting untuk menenangkan kecemasan Anda di situasi seperti saat ini. Berikut 5 cara menenangkan kecemasan Anda, dilansir dari Healthline :
1. Pola pikir
Pikiran negatif dapat berakar dalam pikiran Anda dan mengubah keparahan situasi. Salah satu caranya adalah dengan menantang ketakutan Anda, bertanya apakah itu benar, dan melihat di mana Anda dapat mengambil kendali.
2. Tetap fokus, tarik napas panjang
Cobalah bernapas dalam hitungan keempat, dan bernapas dalam 4 hitungan selama 5 menit. Menjelang malam, hal ini akan memperlambat detak jantung yang seharusnya dan membantu menenangkan Anda.
3. Teknik 4-7-8 juga dikenal membantu kecemasan
Baik itu dalam bentuk minyak, dupa, atau lilin, aroma seperti lavender, chamomile, dan cendana bisa sangat menenangkan. Aromaterapi dianggap membantu mengaktifkan reseptor tertentu di otak Anda, yang berpotensi mengurangi kecemasan.
4. Lakukan yoga 15 menit
Terkadang, cara terbaik untuk menghentikan pikiran cemas adalah berjalan menjauh dari situasi. Meluangkan waktu untuk fokus pada tubuh dan bukan pikiran Anda, dapat membantu meredakan kecemasan.
5. Tuliskan pikiran Anda
Menuliskan apa yang membuat Anda cemas membuatnya keluar dari kepala Anda dan membuatnya tidak terlalu menakutkan. Trik relaksasi ini sangat membantu bagi mereka yang mengalami kecemasan secara sporadis. Mereka juga dapat bekerja dengan baik dengan seseorang yang memiliki gangguan kecemasan umum (GAD) ketika mereka terikat.
Namun, jika Anda curiga Anda menderita GAD, metode penanganan cepat seharusnya bukan satu-satunya jenis perawatan yang Anda gunakan. Anda akan ingin menemukan strategi jangka panjang untuk membantu mengurangi keparahan gejala dan bahkan mencegahnya terjadi.
(Helmi Ade Saputra)