Mitos-Mitos Corona COVID-19 yang Disangkal WHO

Pradita Ananda, Jurnalis
Minggu 22 Maret 2020 03:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

SEMAKIN menyebarnya virus corona COVID-19 di Indonesia, sayangnya semakin cepat pula penyebaran berita hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan merilis berita hoax COVID-19 yang semakin meresahkan.

Dalam situs resmi WHO, beberapa mitos atau kabar hoax COVID-19 diklarifikasi langsung. Dari mulai cepatnya penyebaran virus corona ini hingga obatnya yang dipercaya dapat menyembuhkan.

Dirangkum Okezone Minggu (22/3/2020), yuk baca di bawah ini ulasan singkat 12 daftar mitos virus corona COVID-19.

Bisa ditularkan di daerah dengan iklim panas dan lembap


Dari bukti sejauh ini, virus COVID-19 dapat ditularkan di semua area tanpa terkecuali. Ya, termasuk daerah dengan cuaca panas dan lembap. Apa pun iklimnya, Anda wajib melakukan tindakan perlindungan.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah dengan sering mencuci tangan sampai bersih. Dengan melakukan ini, kita menghilangkan virus, yang mungkin ada di tangan dan menghindari infeksi, yang dapat terjadi saat menyentuh mata, mulut, dan hidung.

Cuaca dingin dan salju tidak bisa membunuh virus corona baru

WHO menyebutkan tidak ada alasan untuk percaya bahwa cuaca dingin dapat membunuh virus corona baru atau penyakit lainnya. Suhu tubuh manusia normal tetap sekitar 36,5 hingga 37 derajat celcius, terlepas dari suhu eksternal atau cuaca.

Mandi pakai air panas melindungi diri dari virus corona COVID-19

Faktanya, mandi air panas tidak akan mencegah, tidak akan melindungi diri dari paparan COVID-19. Suhu tubuh manusia normal tetap sekira 36,5 hingga 37 derajat celcius, terlepas dari suhu mandi. Sebenarnya, mandi air panas dengan air yang sangat panas bisa berbahaya, karena bisa membakar kulit tubuh.

Bisa menular melalui nyamuk

Sampai saat ini belum ada informasi atau bukti yang menunjukkan bahwa virus corona jenis baru ini bisa ditularkan oleh nyamuk. Virus ini adalah virus pernapasan yang menyebar terutama melalui tetesan (droplet), yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Juga dapat melalui tetesan air liur atau keluarnya cairan dari hidung. Selain rajin cuci tangan itu, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang batuk dan bersin.

Pengering tangan dapat membunuh virus corona

Jawabannya adalah tidak, mesin pengering tangan tidak efektif dalam membunuh virus corona. Untuk melindungi diri dari virus corona, Anda harus sering membersihkan tangan dengan pembersih tangan berbasis alkohol, juga mencucinya dengan sabun dan air. Setelah tangan dibersihkan, Anda harus mengeringkannya dengan menggunakan tisu atau paper towel.

Lampu desinfeksi UV bisa membunuh virus corona?

Lampu UV sebaiknya tidak digunakan untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya. Karena radiasi UV dapat menyebabkan iritasi kulit.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya