Waspada Corona COVID-19, Antara Gula dan Garam Mana yang Lebih Berbahaya?

Dewi Kania, Jurnalis
Jum'at 20 Maret 2020 20:35 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

PENYAKIT yang banyak dihadapi orang Indonesia adalah sakit gula alias diabetes, disusul dengan hipertensi. Kedua penyakit tersebut, diklaim menjadi penyakit yang paling mengancam kita jika terpapar virus Corona COVID-19.

Tapi sebenarnya lebih baik berbahaya mana, terlalu banyak gula atau terlalu banyak garam? Memang, kebanyakan makanan yang manis atau asin, berbahaya buat kesehatan. Baik gula dan garam masing-masing memang punya risikonya sendiri bagi tubuh Anda.

Namun, di antara keduanya, sebenarnya mana yang lebih parah? Apakah kebanyakan gula atau kebanyakan garam? Tenang, berikut ini adalah pertimbangan dari para ahli yang harus dicatat baik-baik seperti dilansir dari healthline.

Gula dibutuhkan manusia sebagai sumber karbohidrat sederhana. Karbohidrat diperlukan untuk menghasilkan kalori (energi). Energi sendiri digunakan untuk menjalankan bermacam-macam tugas. Misalnya fungsi kognitif otak, fungsi sistem pencernaan, dan fungsi gerak tubuh.

Sementara untuk garam, memiliki zat mineral bernama natrium yang terkandung di dalamnya untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Pada dasarnya, kelebihan asupan apapun tak baik buat kesehatan Anda. Akan tetapi, tak ada salahnya untuk mencari tahu perbandingan bahaya antara pola makan kebanyakan gula dan kebanyakan garam.

Kekhawatiran terbesar para ahli gizi dan tenaga kesehatan seputar bahaya kebanyakan garam adalah risiko tekanan darah tinggi (hipertensi). Ini karena dalam tubuh Anda natrium dalam garam bertugas untuk menahan cairan dalam tubuh.

Kalau Anda kebanyakan garam, makin banyak pula cairan yang menumpuk atau terjebak di pembuluh darah, ginjal, jantung, serta otak. Akibatnya, Anda bisa mengalami hipertensi. Hipertensi dapat meningkatkan risiko komplikasi yang fatal seperti serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.

Tapi, terlalu banyak gula ternyata lebih berbahaya. Bahaya dari kebanyakan konsumsi gula jauh lebih rumit daripada garam. Kalau kebanyakan garam meningkatkan risiko Anda kena penyakit jantung, kebanyakan gula efeknya bisa menjalar ke mana-mana.

Gula berlebihan akan disimpan tubuh sebagai cadangan lemak. Maka, dalam jangka pendek mengonsumsi gula kebanyakan membuat Anda cepat gemuk. Namun, kebanyakan makan gula juga bisa meningkatkan risiko hipertensi, obesitas, diabetes, stroke, penyakit jantung, dan kanker. Ini karena kadar gula berlebih bisa menyebabkan peradangan serta penuaan sel-sel dalam tubuh.

Seperti dijelaskan oleh ahli gizi dari Pennsylvania State University, Dr. Mike Roussell, kebanyakan gula lebih bahaya daripada kebanyakan garam karena ternyata keduanya saling berkaitan.

Kalau Anda kebanyakan gula, tubuh akan memproduksi hormon insulin untuk mencerna gula. Padahal, hormon insulin akan meningkatkan fungsi natrium untuk menahan cairan di ginjal. Hal ini tentu mengarah pada akibat yang sama seperti kebanyakan makan garam, yaitu risiko hipertensi.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya