PANDEMI virus korona COVID-19 yang tengah melanda kurang lebih 100 negara di dunia, termasuk Malaysia. Kabar terbaru, tepatnya satu kasus random baru saja dikabarkan oleh Malaysia.
Kementerian Kesehatan Malaysia, sebagaimana dilapor Worldofbuzz, baru saja mendeteksi kasus COVID-19 bersifat sporadis di Malaysia pada Rabu 11 Maret 2020 kemarin.
Sporadis ini artinya, sang pasien yang dinyatakan positif COVID-19 tanpa kontak dengan orang yang terinfeksi dan tidak mempunyai riwayat perjalanan ke negara yang terinfeksi. Di Indonesia sendiri, kasus ini disebut dengan local transmission layaknya salah satu pasien di Indonesia.
Direktur Jenderal Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan, bahwa kasus ini adalah kasus random alias acak dan terisolasi. Kasus unik ini terdeteksi dari 600 sampel yang diterima oleh Kementerian Kesehatan Malaysia.
Disebutkan, sampel tersebut berasal dari orang-orang dengan penyakit seperti influenza (ILI- influenza-like illness) dan infeksi saluran pernapasan akut (SARI- severe acute respiratory infection).
Lebih lanjut ketika ditanya media, apakah dengan temuan kasus random ini apakah Malaysia perlu meningkatkan mekanisme respons nasionalnya menjadi "Heightened Risk” atau risiko tinggi untuk wabah COVID-19 ini.
Dr Noor mengatakan bahwa mereka perlu menyelidiki kasus ini terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
Di Malaysia sendiri, per Rabu 11 Maret 2020 tercatat sudah ada 20 kasus baru pasien positif terinfeksi COVID-19 menjadikan total kasus di Malaysia menjadi 149 kasus dengan catatan sebanyak 26 pasie telah sembuh dan diizinkan keluar dari rumah sakit. 124 kasus di dalamnya, berasal dari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.
(Martin Bagya Kertiyasa)