Belajar bagaimana untuk berkomunikasi secara efektif dengan pasangan, adalah salah satu kunci agar hubungan baik dengan kekasih atau suami atau istri bisa sehat.
Kerap tidak disadari, bahwa ada sederet kalimat-kalimat biasa yang sering diucapkan namun ternyata bisa merusak menghancurkan hubungan asmara yang dibina bersama pasangan.
Agar tak salah ucap, yuk simak dulu ulasan singkat lima kalimat biasa yang sering diucapkan tapi ternyata bisa merusak hubungan asmara. Seperti diwarta Yourtango, Kamis (12/3/2020).
1. Kenapa kamu?
Atau dalam bahasa Inggrisnya, “why did you”. Kata simpel tapi begitu kuat karena bisa menghancurkan. Penggunaan “kenapa” bukan cara yang pas untuk bertanya pada seseorang terdekat kita, seperti pada pasangan. Sebab dengan kata ini, dapat membuat orang tersebut tidak sengaja membuat alibi atau alasan untuk melindungi diri. Singkat kata, “why” atau kenapa ini adalah bahasa, ekspresi menuduh.
2. Kamu harus
Bernada seperti Anda tengah menginstruksikan pasangan tentang tindakan yang ia lakukan. Kaliman seperti ini juga punya potensi untuk menyamarkan kedekatan Anda dan pasangan, sebab kalimat “kamu harus” ini mengimplikasikan bahwa pasangan Anda harus berubah di beberapa aspek tergantung dengan opini pribadi Anda.
3. Saya minta maaf jika
Salah satu kesalahan terbesar yang biasa orang lakukan ketika meminta maaf adalah, mengawali permintaan maaf dengan kalimat “saya minta maaf jika...,” . Meminta maaf adalah berkomitmen untuk siap menjalankan tanggung-jawab yang menyertainya. Jika meminta maaf, minta maaf lah dengan tepat tanpa perlu alasan. Gunakan kalimat seperti “Saya minta maaf telah menyakiti perasaan kamu,” atau simpel saja , “I’m sorry for,” “ Saya meminta maaf untuk perlakuan .... “ . Semua contoh sederhana ini jauh lebih baik dan tepat ketimbang “saya minta maaf jika,...”
4. Kenapa kamu tidak?
Tahu dong kalimat ini jadi bermasalah, tidak tepat digunakan karena diawali dengan kata “kenapa”. Kalimat seperti ini tidak tepat digunakan ketika mengobrol dengan pasangan, dan pasangan sedang bercerita tentang kesulitan yang ia lalui. Kasih saran itu baik, tapi jika diminta yang bersangkutan. Ketika pasangan hanya ingin didengarkan, hanya ingin bercerita tentang apa yang ia lalui, memasukkan kalimat “kenapa kamu tidak...” itu menyiratkan seolah-olah kesulitan yang pasangan alami itu tidak valid.
5. Jangan sekarang
Kita semua sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Namun ini bukan jadi alasan valid untuk mengabaikan pasangan, bahkan sampai mengeluarkan kalimat “jangan sekarang” ketika pasangan meminta waktu untuk bercerita, atau saat ditelfon pasangan. Berpasangan artinya diri kita ingin tetap dekat dengan orang tersebut secara konsisten karena ini adalah hal yang sangat penting. Kalimat “tidak sekarang” tanpa disertakan penjelasan alasan yang jelas hanya akan membuat timbulnya perasaan adanya penolakan.
(Helmi Ade Saputra)