DI tengah penanganan wabah virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia, terungkap bahwa rumah sakit di daerah mengalami kekurangan alat pelindung diri (APD). APD ini wajib digunakan para petugas kesehatan untuk merawat pasien COVID-19, baik yang positif atau masih suspect.
Salah satu contohnya seperti yang terjadi di suatu rumah sakit di beberapa wilayah Jawa Barat, seperti Tasikmalaya dan Garut. Para petugas medis tim isolasi virus korona/COVID-19 ramai diberitakan, karena mereka terpaksa harus mengenakan jas hujan. Karenanya stok APD sekali pakai tersebut diketahui sudah tidak tersedia.
Menanggapi hal itu, Jubir Nasional untuk Penanganan Korona di Indonesia dr Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah pusat sudah mengingatkan kepada pihak rumah sakit di daerah untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Sebab pemerintah Indonesia memiliki banyak stok APD dan jangan takut kekurangan.
"Malah ada yang pakai jas hujan dilakban (untuk APD), tanya ke provinsi. Tidak benar kalau kita tidak punya itu," tuturnya dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Staf Presiden, Selasa (10/3/2020).
Sebagai solusinya, Yuri meminta rumah sakit di daerah untuk meminta stok APD di pemerintah provinsi masing-masing. Menurutnya, rumah sakit sudah diingatkan akan masalah ini.
“Kita sudah ingatkan rumah sakit di daerah, stok nasional itu ada di provinsi. Sudah disiapkan di provinsi, kami minta juga pada provinsi untuk melakukan kontrol dengan yang di daerah. Jadi minta sama provinsi, koordinasilah yang baik,” terangnya.
(Dewi Kurniasari)