SEMAKIN merebaknya wabah virus Korona COVID-19 membuat Indonesia semakin waspada akan penyakit tersebut. Apalagi, baru-baru ini dua orang sudah dinyatakan positif kena virus Korona COVID-19.
Juru Bicara Nasional Kasus COVID-19 dr Achmad Yurianto mengatakan, berdasarkan data terbaru yang diterima Kemenkes. Hingga malam tadi, sudah ada 227 pasien dari 61 rumah sakit di 25 provinsi, yang terindikasi kena virus Korona COVID-19.
"Ini kasus pasien dengan pengawasan, dari keseluruhan ini termasuk 2 kasus positif sebagai kasus 1 dan kasus 2. Ada 13 suspect dalam Rumah Sakit yang diisolasi," jelas dia live di iNewsTv.
Menurutnya, para korban ini belum dapat disembuhkan. Oleh karenanya, jika ada orang yang terindikasi memiliki gejala setara COVID-19, maka harus dikarantina.
"Kasus positif yang kita cari itu untuk diisolasi, sehingga tak jadi cluster baru. Jadi pencarian untuk darurat kesehatan, bukan terapi atau penyembuhan," kata Yuri.
"Ini hanya untuk Public health emergcy, bukan kepentingan perawatan pasien. Karena para tim di WHO juga belum temukan secara resmi obat dan vaksin untuk menanggulangi," tuturnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terdapat dua wanita berusia 31 dan 64 tahun positif terpapar virus korona atau COVID-19 usai kontak langsung dengan warga negara Jepang.
Kedua orang itu menjalani perawatan di Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, sejak 1 Maret 2020 setelah dinyatakan positif terjangkit virus korona.
Pemeriksaan laboratorium terhadap kedua pasien itu akan dilakukan selama dua kali, yakni lima hari pertama dan dilanjutkan pada hari kelima berikutnya.
Jikalau pada pemeriksaan hari kelima nantinya negatif, maka pihak rumah sakit tidak langsung memulangkan, namun tetap dilakukan pengecekan kembali pada hari kelima berikutnya untuk memastikan apakah bisa dipulangkan atau tidak.
(Martin Bagya Kertiyasa)