KARENA merabaknya virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), banyak event dibatalkan di Jakarta. Tak hanya konser, tapi juga sejumlah kegiatan lainnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengimbau agar warga Jakarta tidak bepergian sementara waktu ke daerah yang sudah terjangkit virus korona/COVID-19. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tidak akan mengeluarkan izin kegiatan, yang melibatkan banyak massa. Apabila izin terlanjur dikeluarkan, pihaknya akan meninjau ulang.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) Hosea Andres Runkat, telah bertemu dengan Pemprov DKI Jakarta, untuk meninjau ulang kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Anies Baswedan.
Dari hasil pertemuan tersebut, Hosea pun berharap agar Pemprov DKI Jakarta bisa menilai dengan objektif, event atau acara apa saja yang sekiranya masih bisa tetap dilanjutkan, tanpa mempertaruhkan kesehatan warganya.
"Saya berharap hari ini ada berita baik, paling tidak kami berharap perizinan kami dibuka kembali dengan kondisi-kondisi tadi," kata Hosea, ditemui di Jakarta, Jumat (6//3/2020).
Hosea menerangkan, pembagian event nantinya akan dibagi low risk dan high risk. Acara-acara seperti konser memang termasuk event high risk.
"Jadi wajar bila ada kekhawatiran dari pihak Pemprov DKI," imbuhnya Hosea.
Nah, bagaimana dengan nasib event-event MICE seperti pameran atau seminar. Menurut Hosea, event tersebut seharusnya masih dapat dilaksanakan untuk menarik minat pengunjung.
"Event seperti ini kan digelar di tempat yang lapang, dan bisa mengikuti standar WHO tentang jarak penularan droplet antara 1-2 meter," tutupnya.
(Dewi Kurniasari)