DUA orang warga di Depok didiagnosis positif terkena Virus Korona COVID-19. Keduanya pun dirawat kini diisolasi di RSPI Sulianti Saroso dan menjalani pengawasan ketat.
Sampai saat ini, virus Korona COVID-19 itu memang belum memiliki obat. Oleh karena itu, yang bisa dilakukan oleh rumah sakit hanya lah mencegah agar kedua pasien tersebut tidak menulari orang lain.
Selain kedua orang tersebut, memang ada beberapa orang lain yang diobservasi karena diduga memiliki gejala yang sama dengan virus Korona. Bukan hanya di Jakarta, di daerah lain pun ada beberapa orang yang juga diobservasi karena gejala-gejala penyakit tersebut.
Juru Bicara Terkait Wabah Virus Korona COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan sesuai dengan standar WHO, maka sampel yang sudah diuji tersebut maka akan dikirim ke WHO.
"Beberapa daerah sudah uji lokal, tapi memang harus dibawa ke internasional," jelas dia kala live lewat Instagram Kemenkes_id.
Menurut Yuri, saat ini beberapa dokter dari Indonesia sudah bergabung dengan komuniti dokter di luar negeri untuk meneliti dan mencari penangkal virus tersebut. "Kita tidak mungkin mengembangkan sendiri karena samplenya cuma dua," tambahnya.
Dia melanjutkan, saat ini China pun sudah menemukan formula, dan sudah diuji coba karena samplenya banyak. "Tapi masih belum bisa jadi standar dunia," jelas dia.
Sekadar informasi, saat ini ada sembilan orang yang masuk dalam pengawasan Kemenkes terkait dengan virus Korona COVID-19. Dua pasien positif COVID-19, yakni ibu berusia 64 tahun dan putrinya berumur 31 tahun. Keduanya dinyatakan positif korona sejak 1 Maret lalu.
Selain kedua orang tersebut, RSPI Sulianti Saroso juga menerima empat pasien rujukan dari rumah sakit swasta dengan keluhan batuk, demam, hingga sakit tenggorokan. Keempatnya kemudian dirawat di ruang isolasi karena dikhawatirkan kena korona.
Kemudian pada Selasa 3 Maret 2020, ada tiga pasien lagi masuk ke RSPI Sulianti Saroso. Mereka juga dirawat di ruang isolasi.
(Martin Bagya Kertiyasa)