DI tengah ramainya penularan virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), kasus demam berdarah dengue (DBD) sebenarnya lebih berbahaya. Anda juga harus melakukan pencegahan, karena musim hujan masih berlangsung.
Data Kementerian Kesehatan RI dari Januari hingga Februari 2020 tercatat ada 13.864 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, terdapat korban meninggal dunia sebanyak 78 orang.
Kasus kematian tertinggi ada di wilayah Jawa Barat dengan jumlah kasus sebanyak 1.420-an kasus dengan data kematian 15 orang. Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid, kejadian DBD di Jawa Barat tidak ada kasus luar biasa (KLB).
"Sampai saat ini, di wilayah Jawa Barat tidak ada yang menyatakan KLB," terangnya pada Okezone melalui pesan singkat, Rabu (4/3/2020).
Terkait dengan wilayah mana yang paling banyak mengalami kasus DBD, Dokter Nadia menerangkan bahwa hampir rata kasus DBD di Jawa Barat.
Lantas, apa yang sudah dilakukan Kementerian Kesehatan dalam upaya mengatasi kasus DBD di Indonesia? Dokter Nadia menerangkan, ada beberapa hal yang sudah dilakukan Kemenkes, seperti memastikan ketersediaan logistik Rapid Diagnostic Test (RDT) dan larvasida cukup.
Kemudian, Kemenkes sudah melakukan kajian epidemiologis bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota, untuk menentukan langkah-langkah penanganan pencegahan peningkatan kasus DBD. Kemenkes juga telah melakukan survey vektor nyamuk.
Dokter Nadia pun menambahkan, Kemenkes pun meminta gubernur, bupati, dan walikota untuk melakukan gerakan bersih lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Sementara itu, secara nasional, lima wilayah dengan kasus DBD tertinggi terjadi di Lampung dengan jumlah kasus 1.830an, kemudian ada Jawa Barat (1.420-an), NTT (1.300-an), Jawa Timur (1.260-an), hingga Jambi (703).
Kemudian, untuk korban jiwa, wilayah yang paling tinggi ada di Jawa Barat dengan total kematian karena DBD mencapai 15 orang. Wilayah lain yang kasus kematian karena DBD yang tinggi yaitu Jawa Timur (13), Jawa Tengah (11), Sulawesi Tenggara (7), Kalimantan Tengah (4), hingga Sumatera Utara (3).
(Dewi Kurniasari)