Wabah virus korona (COVID-19) yang masuk ke Indonesia telah membuat masyarakat panik. Alhasil masker dan hand sanitizer menjadi dua benda yang paling dicari saat ini. Selain rutin mengenakan masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer, benarkah mengonsumsi asupan vitamin C dapat menangkal infeksi COVID-19?
Spesialis Paru Rumah Sakit RAK, dr. Vikram Sarbhai mengatakan konsumsi asupan vitamin C, jus lemon dan tablet hisap yang mengandung seng bertindak seperti placebo tidak benar-benar berdampak pada sistem kekebalan tubuh manusia. Benda-benda tersebut bisa melindungi manusia karena memainkan peran sebagai garis pertahanan psikologis.
“Setiap hari manusia terpapar dengan jutaan virus, bakteri dan mikroba. Manusia bahkan tidak menyadari hal ini karena sistem kekebalan tubuh dengan respon untuk menangkalnya. Tapi ketika manusia terpapar oleh virus baru, tubuh tidak memiliki pembelajaran atau pengalaman untuk bereaksi terhadapnya,” terang dr. Vikram sebagaimana dilansir dari Gulf News, Rabu (4/3/2020).
Dokter Vikram mengatakan respon imunitas tubuh manusia dapat bekerja dengan sangat ekstra dengan melepaskan respon ofensif sehingga tubuh melepaskan baterai peradangan sistemik dan pertahanan anti-histamin yang kadang-kadang tidak dapat ditangani manusia.
"Tak satu pun metode mengonsumsi jahe, lemon atau vitamin C yang benar-benar dapat membantu sistem kekebalan tubuh manusia. Semuanya hanya mitos. Tubuh manusia dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada cara untuk mengajari sistem kekebalan tubuh dalam mempertahankan infeksi virus,” sambungnya.
Lebih lanjut dr. Vikram mengatakan setiap manusia telah diprogram untuk merespons berbagai penyakit berdasarkan dengan serangkaian komorbiditas, usia dan kondisi yang sudah ada. Reaksi dari sistem imunitas pun berbeda satu sama lainnya.
“Beberapa orang meninggal karena infeksi, namun yang lainnya tidak. Tidak ada aturan atau batasan, kami memiliki kerentanan genetik berdasarkan gen yang kami warisi dari orangtua kami dan disempurnakan dalam permutasi dan kombinasi tertentu,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)