MINUM teh diklaim dapat menangkal virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Pernyataan tersebut viral dan menimbulkan pertanyaan bagi banyak kalangan.
Dalam satu artikel, diterangkan bahwa para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Zhejiang menemukan bahwa dalam sel yang dikultur secara in vitro (kultur jaringan tanaman), teh kaya polifenol. Sehingga dapat bekerja dengan baik untuk membunuh virus secara ekstaseluler dan menekan proliferasi.
Berdasarkan hasil ini, para tim peneliti menyarankan masyarakat mengonsumsi teh, untuk membantu mencegah infeksi COVID-19. Dilansir Okezone dari Asiaone, Selasa (3/3/2020), seorang ahli imunologi mengatakan kepada The Paper bahwa COVID-19 menginfeksi sel epitel alveolar.
Sayangnya beberapa ahli imunologi mengatakan, teh yang dikonsumsi oleh manusia tidak akan mencapai paru-paru. Bahkan jika percobaan in vitro membuktikan bahwa teh dapat menghambat atau membunuh virus, maka kebiasaan ini sama sekali tidak dapat bekerja.
Artikel tentang manfaat teh tersebut diterbitkan oleh akun WeChat dari Zhejiang CDC pada 26 Februari 2020. Namun kini telah dihapus.
Staf dari pusat penelitian mengatakan, temuan tersebut akan dipublikasikan melalui akun WeChat setelah menyelesaikan prosedur yang dibutuhkan.
Di lain cerita, Guru Besar Unair dan Ketua Tim Riset Corona & Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation, Prof CA Nidom, menjelaskan pihaknya sudah mempunyai formulasi curcumin atau empon-empon untuk menangkal virus flu burung.
Empon-empon, adalah gabungan dari kunyit, jahe, temulawak, kayu manis dan daun seri. Dengan meminum empon-empon dipastikan tubuh akan kebal dari serangan sejumlah virus, termasuk flu burung.
Walaupun efek yang ditimbulkan flu burung dan COVID-19 hampir sama yaitu kerusakan pada paru-paru. Tapi pengujian secara langsung dengan virus korona masih belum dilakukan.
(Dewi Kurniasari)