SETELAH pemerintah mengumumkan kasus pertama virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), tak bosan-bosannya masyarakat diingatkan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Jangan cuma terpaku dengan penggunaan masker, Anda pun harus melakukan berbagai cara.
Sayangnya, selama ini masyarakat menilai penggunaan masker (Surgery Mask) dan Respirator (N95) dinilai paling efektif untuk mencegah penularan virus korona COVID-19. Namun Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K) memiliki jawaban lain.
Menurutnya, menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan, menjadi hal yang paling efektif untuk memberantas penularan COVID-19. Tak dapat dielak, pasti Anda akan memegang segala objek yang ada di depannya menggunakan tangan.
“Dari cuci tangan ini tingkat efektivitasnya cukup tinggi, bisa sampai 80 persen lebih. Kadang-kadang tangan kita memegang sesuatu terutama saat di rumah sakit,” terang Dokter Agus kepada Okezone.
Seseorang, biasanya akan merasa tidak sadar saat tangannya menjadi media penularan penyakit. Beberapa di antaranya, ketika seseorang berpegangan di kendaraan umum atau bersalaman. Tangan ini tidak bersih ini, akan menyebarkan penyakit ketika memegang mata atau hidung.
Dokter Agus mengimbau masyarakat agar rajin mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan, untuk menjaganya selalu tetap dalam keadaan bersih. Cara mencuci tangan pun harus diperhatikan dengan baik, supaya efektif untuk menghindari kuman dan bakteri.
“Mencuci tangan idealnya selama 20 detik. Karena WHO mengajarkan ada 6 tahapan dalam mencuci tangan," tuturnya.
Pertama adalah digosok bagian telapak tangan, disusul dengan punggung tangan, dan tak lupa di sela-sela jari. Paling baik dicuci dengan air mengalir.
Lebih lanjut Dokter Agus mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan tangan untuk menutup batuk dan bersin. Karena kuman akan berkumpul di telapak tangan, sehingga mempermudah akses penularan virus ke benda, maupun orang lain.
“Saat batuk atau bersin jangan ditutup dengan tangan. Karena saat salaman tangannya akan membawa kuman dan menular," lanjut Dokter Agus.
Sebagai gantinya, Dokter Agus menyarankan masyarakat untuk menutup mulut atau hidung menggunakan bahu. Tujuannya adalah agar virus dan bakteri tidak menyebar serta mencegah penularan penyakit melalui tangan.
"Jadi disarankan menutup batuk dan bersin menggunakan bahu agar tidak menyebar ke orang lain,” ungkapnya.
Cara terakhir yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu melawan infeksi COVID-19, dengan menjaga kesehatan tubuh dengan baik. Menjaga kesehatan, imunitas juga ditentukan nutrisi, mengonsumsi makan dengan cukup karena imunitas ditentukan oleh nutrisi dan istirahat.
“Kalau imunitas turun maka mudah mengalami infeksi. Untuk mencegah penyebaran virus sampai keluar negeri itu penting, caranya tadi dengan selalu cuci tangan terutama saat hendak makan,” tuntasnya.
(Dewi Kurniasari)