PENULARAN virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) salah satunya dapat terjadi dengan berjabat tangan. Karenanya, masyarakat diimbau untuk tidak berjabat tangan untuk sementara waktu.
Bahkan di media sosial muncul imbauan larangan jabat tangan, namun diganti dengan salam Namaste. Salam Namaste ini biasanya diterapkan pada orang yang senang yoga, yang mana seseorang tak bersentuhan saat memberi salam.
Sebabnya cara seperti ini dipercaya meminimalisir penyebaran COVID-19. Di lain hal, tindakan ini juga mungkin menjadi kekhawtairan dari masyarakat terhadap COVID-19. Lantas, apa kata Kementerian Kesehatan?
Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto coba memberikan tanggapannya. Menurutnya, masyarakat harus paham dulu bagaimana penularan virus.
"Mari kita pahami dulu bahwa virus ini menular melalui droplet orang yang positif COVID-19 ke orang lain. Nah, karena ini infeksi saluran napas, maka reseptornya adalah saluran napas," paparnya pada awak media di Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Jadi, ketika orang sehat terpapar liur orang yang positif COVID-19, maka saluran napasnya yang akan sakit atau bermasalah. Ini menandakan juga bahwa virus sudah mulai menginfeksi.
Nah, jangan kemudian melihatnya tangan penuh dengan air liur lalu disebarkan dengan cara jabat tangan. "Jangan terpaku sama itu," katanya.
(Dewi Kurniasari)