DUA orang Indonesia dinyatakan positif terinfeksi virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Keduanya kini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.
Sejak merebaknya kasus virus korona yang berasal dari Kota Wuhan, China, pemerintah telah menetapkan RSPI Sualianti Saroso sebagai salah satu rumah sakit rujukan, bagi pasien yang terbukti positif terinfeksi COVID-19.
Lantas, seperti apa kesiapan dan fasilitas yang ditawarkan oleh rumah sakit ini?
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril mengatakan, fasilitas ruangan isolasi yang dimiliki RSPI Sulianti Saroso, disediakan secara khusus untuk menanggulangi penyakit serius, seperti COVID-19. Selain itu, rumah sakit yang berada di Sunter, Jakarta Utara ini memenuhi kriteria sebagai rumah sakit rujukan.
"Kami memiliki alat khusus untuk mengisolasi agar tidak jadi penularan lebih luas. Jadi begitu pasien masuk di ruangan, kita punya alat yang namanya negative compressor atau tekanan negatif," ungkapnya saat ditemui di tempat, Selasa (2/3/2020).
Negative Compressor digunakan untuk mengubah tekanan menjadi negatif, sehingga lebih kecil dari tekanan atmosfir. Dengan demikian, udara akan masuk melalui celah katup hisap
Sementara itu, tambah Syahril, RSPI Sulianti Saroso, memiliki 11 ruangan isolasi. Semuanya dilengkapi oleh air handling unit. Alat ini berfungsi untuk mengatur sirkulasi di dalam ruangan, sehingga virus tidak dapat menyebar melalui udara.
Sementara untuk prosedur pengobatannya sendiri, Syahrul mengatakan, tidak ada treatment atau obat khusus. Fokus utama mereka saat ini adalah meningkatkan daya tahan tubuh pasien.
"Sejauh ini kondisinya baik. Perlu diingat, pasien positif itu belum tentu memiliki gejala yang berat. Jadi pengobatannya tidak yang khusus," kata Syahril.
Apalagi COVID-19, termasuk kategori self limited disease. Sehingga pasiennya akan sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh yang bagus, sehingga harus meningkatkan imunitas.
"Pasien tidak boleh terlalu capek atau katakanlah stres fisik," bebernya.
(Dewi Kurniasari)