Bukan Hanya Korona, Kemenkes Klaim Indonesia Juga Bebas SARS

Pradita Ananda, Jurnalis
Selasa 11 Februari 2020 13:37 WIB
Ilustrasi. (Shutterstock)
Share :

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) heran melihat Indonesia sejauh ini masih bebas dari virus korona (coronavirus/2019-nCov). Padahal negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand telah terjangkit virus korona.

Ditegaskan oleh Dr dr Vivi Setiawaty, MBiomed, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebetulnya masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Karena memang Indonesia sejauh ini benar Indonesia belum ada kasus positif virus korona Wuhan.

Pemerintah sendiri telah melakukan sederet kesiapan menyeluruh. Ditambah lagi dengan pengalaman Indonesia yang bisa menghadapi wabah penyakit SARS dan MERS yang terjadi pada periode 2012-2013 lalu.

“Semua sudah kita lakukan sesuai prosedur, flashback ke belakang saat 2013 Indonesia bebas SARS. Sampai sekarang juga bebas, kami belum bisa menjawab kenapa tapi kewaspadaan tetap kita lakukan, enggak ada longgar. Pemeriksaan terus dilakukan enggak ada yang ketinggalan,” ungkap Dokter Vivi, saat ditemui Okezone, Selasa (11/2/2020) di Gedung Litbangkes, Jakarta Pusat.

Segala kesiapan, sambungnya, baik itu dari teknis berbagai rumah sakit dan dinas kesehatan, hingga kesiapan para tenaga medis, seperti para dokter ahli yang terkait dengan penyakit ini sudah dilakukan.

“Karena Indonesia sudah terbiasa menghadapi SARS dan MERS, kita punya kesiapan akan itu, pelatihan untuk rumah sakit dan dinas kesehatan tiap tahunnya untuk pengambilan spesimen. Para dokter yang terkait sudah paham, dari dokter paru dokter THT sudah paham perihal spesimen,” imbuhnya.

Sementara itu, sejauh ini pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sendiri memberikan kabar terakhir perihal status virus novel korona di Indonesia. Dari hasil pemeriksaan pasien dalam pengawasan novel coronavirus per 10 Februari 2020 di Indonesia, total kasus yang spesimennya dikirim dan diperiksa di laboratorium badan Litbangkes tercatat ada sebanyak 64 kasus.

Kasus dalam pengawasan terbesar ada di 16 Provinsi, tercatat di DKI Jakarta ada 14 kasus, Bali 11, Jawa Tengah ada tujuh kasus, lalu Jawa Barat enam kasus, Jawa Timur juga ada 6, kemudian Banten memiliki empat kasus, Sulawesi Utara empat, Jogjakarta sejumlah tiga kasus, Kalimantan Timur dua, kemudian Jambi satu kasus, Papua Barat satu, Nusa Tenggara Barat satu, Kepulauan Riau satu, Bengkulu satu, Kalimantan Barat satu, dan terakhir Sulawesi Utara satu kasus.

Dari hasil pemeriksaan di atas, kasus yang masih dalam proses pemeriksaan ada dua kasus, negatif novel coronavirus sejauh ini 62 kasus, dan sejauh ini kasus positif novel coronavirus masih di angka nol.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya