Virus korona (coronavirus/2019-nCoV) semakin menyebar luas ke seluruh dunia dan telah membunuh lebih dari 700 orang. Virus ini menyebar dengan luas, salah satunya diyakini melalui perantara tangan yang kotor dan telah terinfeksi.
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dr. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K) mengatakan tangan menjadi media penularan infeksi (termasuk virus korona) yang paling banyak dan sering terjadi. Pasalnya seseorang akan memegang segala objek yang ada di depannya menggunakan tangan.
Selain itu, dr Agus juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan tangan untuk menutup batuk dan bersin. Pasalnya kuman akan berkumpul di telapak tangan dan mempermudah akses penularan virus ke benda maupun orang lain.
“Saat batuk atau bersin jangan ditutup dengan tangan. Karena saat salaman tangannya akan membawa kuman dan menular," tutur dr Agus beberapa waktu lalu.
Lalu, seperti apa baiknya ketika batuk atau bersin? dr Agus menyarankan untuk menutup menggunakan bahu. Tujuannya adalah agar virus dan bakteri tidak menyebar serta mencegah penularan penyakit melalui tangan.
"Jadi disarankan menutup batuk dan bersin menggunakan bahu agar tidak menyebar ke orang lain,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)