KASUS menyebarnya virus korona di negara tetangga, Singapura, semakin membuat masyarakat Indonesia khawatir. Salah satu alasannya tidak lain karena kondisi penerbangan Indonesia ke Singapura, begitupun sebaliknya, belum ditutup.
Terlebih, Singapura adalah negara yang dekat dengan Indonesia. Belum lagi ada satu Warga Negara Indonesia (WNI) di Singapura, telah positif terinfeksi virus korona.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan, dr Wiendra Waworuntu, menegaskan, hingga kini penerbangan dari Singapura ke Indonesia, maupun sebaliknya, tidak ada pembatasan.
"Sampai saat ini tidak ada pembatasan, hanya ada imbauan untuk perilaku hidup sehat," ungkap Wiendra di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Masyarakat juga diminta untuk tidak panik, seiring dengan melakukan pencegahan virus korona yang telah disosialisasikan. Wiendra menuturkan, beberapa langkah pencegahan penularan virus korona telah disosialisasikan kepada masyarakat.
Memakai masker adalah salah satu bentuk pencegahan penyebaran penyakit. Cara ini diklaim efektif untuk mencegah virus korona.
"Juga memerhatikan etika batuk dan memakai masker dengan benar ketika sakit," kata Wiendra.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih baik tidak pergi keluar rumah saat sakit. Langkah ini dilakukan supaya mengurangi kemungkinan tersebarnya penyakit, seperti virus korona.
(Dewi Kurniasari)