PEMERINTAH akhirnya memulangkan 238 warga dari Wuhan, China setelah merebaknya virus Korona (Corona virus/2019-nCov). Angka ini lebih sedikit dari target awal sebanyak 245 orang.
Ada empat orang menolak dan tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) tidak lolos skrining virus korona, dan harus masih menetap di Wuhan, China. Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto meminta mereka melaporkan diri ke otoritas China.
Menkes Terawan menjelaskan, pemerintah China menunjukkan komitmen yang tepat sesuai arahan WHO, karena tidak memberangkatkan orang yang tidak lolos skrining ke luar Wuhan. Meski demikian, kondisi kesehatan mereka juga harus dipantau oleh otoritas kesehatan di sana.
“Jadi Pemerintah China harus menyesuaikan standar WHO, jadi tidak boleh memberangkatkan siapapun (jika tidak lolos skrining),” ujar Menkes Terawan, lewat keterangan tertulis yang diterima Okezone.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono menambahkan, WNI yang menetap di Wuhan tersebut mengeluh batuk, pilek dan demam. “Tiga WNI yang tidak lolos skrining kesehatan dikarenakan dua batuk pilek dan satu demam,” kata Dirjen Anung
Mereka, kata Dirjen Anung, harus melakukan exit screening dan clearing sebelum meninggalkan Wuhan, demi memastikan bahwa mereka dalam kondisi sehat. Meski tidak ikut kembali ke Tanah Air, Dirjen Anung menegaskan, pemerintah Indonesia melalui KJRI terus mendampingi dan memantau perkembangan kesehatan mereka.
“Sampai saat ini, mereka masih terus dipantau oleh KJRI dan mendapatkan jaminan dari otoritas kesehatan setempat, untuk dilakukan pemantauan dan pengobatan apabila diperlukan,” imbuhnya.
Ketiga WNI tersebut juga belum direncanakan kembali ke Tanah Air dalam waktu dekat. Karenanya, kondisi kesehatan mereka saat ini masih belum sehat.
(Martin Bagya Kertiyasa)