Ibu Hamil Positif Virus Korona Berhasil Lahirkan Bayi Sehat

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Senin 03 Februari 2020 21:14 WIB
Ilustrasi. (Shutterstock)
Share :

DI antara pasien virus korona (coronavirus/2019-nCov), terdapat ibu hamil yang positif terinfeksi. Sangat beruntung, ibu hamil di China berhasil melahirkan bayi seberat tiga kilogram, saat terpapar virus korona.

Dilansir Okezone dari Newsweek, Senin (3/2/2020), Na Hui, selaku Wakil Presiden Rumah Sakit No.6 Heilongjiang mengatakan, calon ibu itu tengah hamil 38 minggu saat didiagnosa terinfeksi virus korona, pada Kamis 30 Januari 2020. Suhu tubuhnya bahkan mencapai 37,3 derajat Celcius.

Pihak dokter kemudian memutuskan untuk melakukan operasi caesar, setelah suhu tubuhnya menurun. Proses persalinan pun berjalan lancar, namun sang buah hati harus menjalani tes lanjutan, untuk mengetahui apakah dia juga terinfeksi virus korona seperti ibunya.

Merujuk pada hasil yang tes diberikan kepada bayi tersebut, China News Service melaporkan bahwa bayi itu memiliki skor Apgar 10 (skor tertinggi), dengan 7 skor lain yang menunjukkan kesehatannya sangat baik dan tidak terinfeksi virus korona.

Pekan lalu, seorang dokter di Kota Wuhan juga sempat menceritakan pengalamannya saat membantu seorang ibu hamil, yang melahirkan di Rumah Sakit Union Wuhan. Menurut laporan media setempat, sang pasien yang diidentifikasi bernama Xiaoyan, diklaim telah terinfeksi virus korona, ketika memasuki masa kehamilannya yang ke 37 minggu.

Pada saat itu, ia mengaku tidak mengetahui apakah dia telah terinfeksi virus korona atau hanya mengidap penyakit biasa. Namun, dokter memutuskan untuk melahirkan bayinya melalui operasi caesar.

Zhao Yin, dokter dari Rumah Sakit Union Wuhan menjelaskan, selama proses operasi caesar berlangsung, dia dan timnya terpaksa mengenakan dua lapis baju pelindung, kacamata pelindung dan masker muka untuk mencegah penularan virus korona dari sang pasien.

Sebelumnya, para ahli menegaskan bahwa penularan virus korona ini hanya bisa tersebar melalui cairan atau droplet yang keluar dari saluran pernapasan, saat mereka batuk atau bersin.

"Saya hampir tidak bisa melihat atau mendengar apapun. Tubuh saya basah oleh keringat," ungkap Zhao Yin.

Sementara itu, Steve Robson, profesor kebidanan di ANU Medical School mengatakan, ibu hamil sebetulnya cenderung lebih aman dari paparan virus korona. Kendati demikian, mereka tetap harus melakukan upaya pencegahan untuk menghindari paparan virus tersebut.

"Jika kalian mengalami gejala atau kondisi yang mengkhawatirkan, segera temui dokter dan ahli medis," kata Robson.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya