Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memantau 237 WNI dan 1 warga negara asing dari China yang berada di lokasi karantina Natuna, Riau. Sampai pagi ini, kondisi mereka dinyatakan sehat seluruhnya.
Mereka yang berada di lokasi karantina Natuna terus mendapat pelayanan kesehatan, termasuk pengecekan kondisi tubuh. Tindakan ini akan terus dilakukan selama 14 hari, terhitung dari kedatangan mereka ke Indonesia, Minggu (2/2/2020) pukul 18.30 di Natuna.
Kemenkes sendiri menyediakan dokter dan tenaga kesehatan untuk memastikan kesehatan prima para WNI ini. Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan disediakan 9 dokter (6 dokter spesialis dan 3 dokter umum). Sementara itu, ada juga 70 tenaga kesehatan yang memastikan gizi kesehatan dan lingkungan lokasi karantina.
Lantas, pelayanan kesehatan apa yang diberikan Kemenkes untuk 237 WNI dan 1 WNA di lokasi karantina Natuna?
Dirjen P2P Kemenkes dr. Anung Sugihantono menjelaskan bahwa karena mereka yang dikarantina dinyatakan sehat dalam dua kali screening dan clearence, di China dan Indonesia, makanya mereka hanya dilakukan pengecekan kesehatan berkala.
"Kami mengukur suhu tubuhnya saja. Data yang kami dapatkan, sejak pukul 23.00 pada Minggu (2/2), mereka semua dinyatakan sehat. Pengecekan suhu kembali dilakukan pagi ini, Senin (3/2) pukul 08.00 dan kami masih menunggu hasil pengecekannya," terang dr Anung di Kantor Kemenkes Jakarta.
Anung melanjutkan, selama 14 hari masa isolasi, mereka ini akan dicek kesehatannya dua kali dalam sehari. Sampai sekarang data menjelaskan mereka semua sehat.
Selain diberikan pengecekan kesehatan berkala, mereka yang berada di lokasi karantina juga diajak untuk menjalani hidup sehat. Makanya, makanan mereka sangat terjaga dan mereka pun berolahraga. "Di sana itu ada gym," singkat Anung.
(Helmi Ade Saputra)