Cegah Pneumonia, Penumpang dari Tiongkok Wajib Isi Kartu Skrining di Bandara

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Senin 20 Januari 2020 20:30 WIB
Ilustrasi Health Card Alert. (Foto: Kementerian Kesehatan)
Share :

SELAIN memasang thermal scanner, pemerintah mewajibkan pengunjung yang masuk bandara atau pelabuhan di Indonesia untuk mengisi kartu skrining khusus. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah pencegahan pneumonia yang masuk ke Indonesia

Kartu yang disebut dengan Health Alert Card (HAC) berisi biodata pengunjung. Ada juga keterangan saat mereka masuk ke Indonesia, serta pesawat apa yang mereka gunakan. Khususnya pada pengunjung yang datang dari Tiongkok ke Indonesia, yang menjadi tempat penyebaran pneumonia.

Setelah diisi, kartu akan dibagi dua untuk diberikan kepada pengunjung dan disimpan oleh petugas KKP. Harapannya, bila dalam masa inkubasi mereka benar-benar mengalami gejala pneumonia, mereka bisa langsung datang ke rumah sakit dan menunjukkan HAC kepada dokter.

Hal itu dijelaskan oleh Kepala KKP Kelas I Soekarno Hatta, Anas Ma'ruf. Menurutnya, HAC juga memudahkan dokter dalam memeriksa pasien.

"Belum lama ini, WHO telah memberikan rekomendasi pertanyaan tambahan untuk memeriksa pasien yang diduga terjangkit suatu virus," kata Agus saat ditemui di Gedung Kemenkes, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Dokter yang memeriksa memang harus melakukan sesi wawancara lengkap dengan pasien. Bukan sekedar ditanya riwayat penyakitnya saja, namun juga asal-usul lainnya.

"Selain gejala, umur, dan keterangan lainnya, dokter harus menanyakan setiap pasien baru pulang atau berkunjung dari negara mana,"

Perlu diketahui, pekan ini pemerintah Tiongkok mengumumkan bahwa terdapat 17 korban tambahan yang terinfeksi new coronavirus. Tiga dari 17 pasien yang dinyatakan positif mengidap virus ini memiliki kondisi yang cukup parah.

Menurut laporan komisi kesehatan di pusat kota Wuhan, tempat terjadinya 62 kasus di Tiongkok, hingga saat ini dua orang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu terdapat pula dua kasus serupa yang terjadi di negara tetangga yakni Thailand dan Jepang.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya