DEMAM berdarah merupakan penyakit yang tidak bisa disepelekan. Tidak sedikit penderita penyakit ini berujung kematian. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Filipina wabah demam berdarah merenggut nyawa hingga 180 korban pada Februari 2019.
Belum lama ini Filipina mengumumkan keadaan darurat demam berdarah melalui kementerian kesehatannya. Dilansir dari Foxnews.com, sebanyak 106.630 orang menjadi korban demam berdarah sejak Januari lalu.
Francisco T.Duque III, sekretaris Kementerian Kesehatan, menunjuk beberapa daerah yang mengalami peningkatan wabah demam berdarah sebesar 85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Dari 1 Januari hingga 29 Juni tahun ini, sebagian besar kasus berasal dari Visayas Barat (13.164), Calabarzon (11.474), Visayas Tengah (9.199), Soccsksargen (9.107), dan Northern Mindanao (8.739)," ujar Francisco T. Duque III.
Menurutnya, kasus demam berdarah pada tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan, bahkan ssmpai 85 persen. Lonjakan kasus biasanya terjadi setiap 3 - 4 tahun dengan peningkatan terakhir terjadi pada 2016.
Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit, demam berdarah umum terjadi di lebih dari 100 negara, dan sekitar 400 juta orang akan terinfeksi penyakit ini setiap tahun.
Dari 400 juta orang yang terjangkit, 100 juta di antaranya akan sakit dan 22.000 akan meninggal karena infeksi.
Para pejabat kesehatan memperingatkan masyarakat untuk menerapkan "strategi 4S" yang mendorong mereka untuk "mencari dan menghancurkan tempat-tempat pengembangbiakan nyamuk."
Ia juga menyarankan masyarakat untuk memakai baju lengan panjang dan memakai obat nyamuk. Jika ada gejala demam berdarah yang muncul, langsung berkonsultasi dengan dokter.
(Muhammad Saifullah )