Influenza merupakan penyakit umum yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia. Pada kasus di luar negeri yang memiliki empat musim setiap tahunnya, influenza adalah penyakit seasonal yang kerap terjadi menjelang musim dingin.
Namun, karena Indonesia memiliki iklim tropis dan dua musim maka virus influenza terus berkembang dan berpotensi menjangkit manusia kapan saja. Sebagaimana diketahui, Influenza disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan.
Pada umumnya influenza ini menyerang seseorang selama tujuh hingga 10 hari. Namun, adanya mutasi virus menyebabkan penyakit ini dapat bertahan hingga lebih dari tiga minggu. Pada lansia dan balita yang memiliki daya tahan tubuh lemah, influenza bisa berakibat lebih parah. Bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian karena komplikasi.
Menurut Ketua PERGEMI, Dr. dr. Siti Setiati SpPD-Kger, Influeza sebenarnya bisa diatasi dengan melakukan vaksinasi. Bahkan saat ini pencegahan influenza sudah bisa dilakukan sejak masih dalam kandungan.
“Imunisasi bisa dilakukan sejak trimester dua dan ketiga yakni di atas empat bulan sampai satu bulan sebelum kelahiran. Imunisasi ibu hamil akan menghasilkan antibodi yang dapat melindungi bayi hingga usia enam bulan ke depan,” terang dr. Siti dalam acara Vaksinasi Influenza di Mercure Hotel, Jakarta, Jumat (5/7/2019).
Selain itu imunisasi juga bisa dilakukan selama satu tahun sekali yang akan memberikan imunitas bagi tubuh Anda agar tidak mudah terserang influenza.
“Anak-anak, dewasa dan lansia ada baiknya melakukan vaksinasi sesegera mungkin. Idealnya kami menganjurkan melakukan imunisasi setiap setahun sekali. Fungsinya adalah mencegah influenza, mencegah terjadinya komplikasi influenza, mengurangi beban ekonomi akibat influenza, mencegah penularan influenza dan menjaga kualitas hidup lansia,” lanjutnya.
Dokter Siti pun pernah melakukan studi untuk melihat efek vaksinasi pada 100 lansia yang dirawat. Ternyata vaksinasi tersebut mampu menurunkan angka kejadian peneumonia pada lansia. Namun status nutrisi yang dimiliki lansia berpengaruh terhadap efektivitas vaksin.
“Pemberian vaksin harus disertai dengan pola gaya hidup sehat agar vaksinasi tersebut dapat bekerja dengan maksimal pada lansia,” tutupnya.
(Utami Evi Riyani)