Penyakit Hepatitis A telah mewabah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Banyaknya masyarakat yang menjadi korban penyebaran virus Hepatitis A membuat bupati Pacitan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Hal ini pun dibenarkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, M.Kes. Menurutnya hingga saat ini ada 957 pasien yang mengalami Hepatitis A di Pacitan.
Namun, penyebab pasti penyebaran virus ini masih sedang diselidiki. Dugaan sementara yang bisa diambil bahwa penyebaran penyakit ini disebabkan secara oral, makanan dan sumber daya air yang kurang bersih.
“Kabarnya Hepatitis A ini disebarkan karena Sungai Sukorejo yang membelah daerah kejadian dan penjual makanan yang diedarkan dari satu tempat ke tempat lain. Curah hujan yang berkurang serta keterbatasan sumber air untuk minum dan air bersih pun menjadi faktor lainnya,” terang dr. Anung, dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Senin (1/7/2019).
Dari hasil penelitian laboratorium, masih ada pencemaran bakteri e coli di saluran Sungai Sukorejo. Padahal desa ini sudah berstatus Open Defecation Free (ODF) sejak 2017. Artinya sudah tidak ada masyarakat yang buang air di sepanjang aliran sungai.
Lebih lanjut Dirjen Anung menegaskan bahwa hingga 30 Juni 2019 terdapat 40 pasien Hepatitis A yang dirawat di rumah sakit. Sementara sebagai besarnya memilih untuk menjalani pengobatan di rumah.
“Dari delapan sampel darah yang diperiksa bahwa mereka positif Hepatitis A, sementara 11 orang lain yang diperiksa diketahui pula positif Hepatitis A dan hanya satu orang yang positif mengidap Hepatitis B,” lanjut Dirjen Anung.
Sebagaimana diketahui Hepatitis A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Meski memiliki ciri bagian tubuh yang berwarna kuning bagi penderitanya, tapi bisa sembuh dengan sendirinya. Berbeda dengan Hepatitis B yang akan menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kanker.
(Utami Evi Riyani)