Belum lama ini beredar video seorang lelaki muda diduga kena serangan jantung saat menonton film bioskop. Sontak, orang-orang di sekitarnya membantu menyadarkan, dengan menepuk lengan dan dada pasien sekuat tenaga.
Memang beberapa menit kemudian, lelaki muda yang terkena serangan jantung itu terbangun. Sampai benar-benar sadar, orang-orang yang membantunya masih melakukan pertolongan pertama pada pasien jantung itu.
Ternyata, kejadian itu dikritik keras oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Lewat informasi resminya, para dokter tidak setuju dengan metode pertolongan pertama yang dilakukan kepada lelaki muda tersebut.
"Sehubungan dengan video yang marak beredar tentang cara mengatasi serangan jantung, dengan menepuk siku dan lengan tidak benar dapat mencegah dan mengatasi serangan jantung," bunyi informasi yang diterima Okezone, Kamis (27/6/2019).
Serangan jantung, lanjutnya, merupakan suatu kegawatdaruratan yang disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah, secara mendadak ke jantung. Keluhan yang dirasakan pasien adalah nyeri dada kiri, mual, keringat dingin, kadang disertai sesak mendadak, bahkan pingsan.
Apabila menemui seseorang dengan gejala itu, segera bawa orang tersebut ke rumah sakit terdekat. Pasien akan dapat mendapat penanganan lebih lanjut, karena semakin cepat serangan jantung diatasi, semakin baik angka keberhasilan.
Kalau menemui seseorang yang tiba-tiba tidak sadar, segera cek respons, dan panggil bantuan. Melakukan teknik CPR boleh saja, asalkan tepat sasaran.
"Apabila tidak respons, segera lakukan pijat jantung dengan kedua tangan saling bertumpu, di tengah-tengah dada orang tersebut sampai dengan bantuan paramedis datang," pungkasnya.
(Utami Evi Riyani)