Menilik Manfaat Buah Mahkota Dewa, Yuk Kenali Fakta Medisnya

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis
Jum'at 31 Mei 2019 11:32 WIB
Mahkota Dewa. (Foto: Shutterstock)
Share :

NEGARA kita memang kaya akan tanaman obat, salah satunya adalah mahkota dewa. Tanaman yang buahnya berwarna merah menyala ini diyakini bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Tidak heran jika sejumlah produk olahan herbal mahkota dewa laris manis diserbu pembeli. Lantas, apa klaim tersebut benar atau cuma rayuan iklan? Yuk, cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut.

Mahkota dewa punya nama latin Phaleria macrocarpa. Tanaman ini adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua. Masyarakat Indonesia juga mengenalnya dengan nama daun dewa, sambung nyawa, atau ngokilo khususnya di kepulauan Jawa.

Berikut ini sejumlah klaim manfaat mahkota dewa beserta fakta ilmiahnya yang perlu Anda pahami.

Baca Juga: 5 Potret Ngantuk Isyana Sarasvati, Mana yang Paling Bikin Gemas?

1. Mengatasi nyeri haid

Mengutip dari berbagai sumber, mahkota dewa memiliki kandungan antioksidan kuat seperti flavonoid, folifenol, saponin, tanin, terpenoid, dan alkaloid yang berlimpah.

Berdasarkan penelitian, kandungan antioksidan dalam ekstrak buah dari tanaman herbal ini bersifat antiradang yang berpotensi mengobati nyeri haid (dismenore primer). Secara umum, kekuatan efek antiradang dari ekstrak buah ini bisa berbeda tergantung dosis yang ditentukan setiap produknya.

Baca Juga: Masak Peyek Kacang, Peserta MasterChef Australia Asal Indonesia Berhasil Pukau Juri


2. Membantu menurunkan gula darah

Salah satu manfaat mahkota dewa yang paling populer adalah sebagai obat diabetes alami.

Namun berdasarkan uji laboratorium, konsumsi rutin dari ekstrak buah ini selama 4 minggu tidak begitu berhasil menurunkan gula darah. Dari 14 orang yang diteliti, hanya 1 orang saja yang gula darahnya menurun setelah minum suplemen tersebut.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa konsumsi suplemen ekstrak mahkota dewa tergolong aman dalam kurun waktu 4 minggu karena tidak ada efek racun untuk hati dan ginjal. Pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT) dan ginjal (BUN, kreatinin serum) tidak menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan.

Meski demikian, para ahli menyarankan para diabetesi agar tidak mengonsumsi ekstrak buah ini sebagai satu-satunya cara untuk mengobati diabetes. Kemanjuran obat herbal ini dalam menurunkan gula darah masih belum terbukti secara klinis.

3. Mencegah efek samping obat kemoterapi

Cisplatin merupakan salah satu obat kemoterapi yang sering diresepkan dokter. Obat ini efektif untuk membunuh dan menghambat perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Sayangnya, cisplatin dapat menyebabkan efek samping berupa kerusakan ginjal jika digunakan dalam jangka panjang.

Kabar baiknya, kandungan falovonoid dalam tanaman herbal ini diyakini berpotensi untuk melindungi ginjal dari efek pengobatan kemoterapi.

Penelitian lain pun menunjukkan hal serupa. Pemberian obat adriamycin-cyclophosphamide yang dibarengi dengan suplementasi mahkota dewa dapat mengurangi risiko efek samping dari kemoterapi. Suplementasi tersebut dapat mengurangi kerusakan pada ginjal dan hati akibat kemoterapi sekaligus membantu mengurangi pertumbuhan tumor.

Lagi-lagi, penelitian yang ada masih sangat terbatas. Alhasil, dibutuhkan penelitian uji klinis lanjutan untuk benar-benar membuktikan khasiat mahkota dewa untuk mencegah kerusakan ginjal bagi orang yang sedang rutin minum obat kemoterapi.

4. Membantu menurunkan tekanan darah

Sebuah penelitian menemukan bahwa buah mahkota dewa dapat membantu menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Penelitian tersebut melaporkan flavonoid dalam buah ini diyakini dapat membantu melemaskan pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah.

Sayangnya, penelitian ini masih dilakukan dalam skala yang sangat kecil. Maka dari itu, dibutuhkan banyak penelitian lanjutan untuk memastikan khasiat tanaman herbal ini dalam menurunkan tekanan darah para penderita hipertensi.

Tapi hati-hati, tanaman herbal ini tidak boleh dimakan mentah-mentah karena ada risiko efek samping yang sangat serius. Selain itu, perlu dipahami bahwa penelitian medis yang valid khusus untuk membahas khasiat dan keamanan mahkota dewa masih sangat terbatas.

Bahkan, bukti ilmiah atas manfaat herbal ini sebagai obat penyembuh masih bersifat empiris, alias hanya berdasarkan pengalaman pengguna. Dibutuhkan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas untuk memastikan manfaat dan keamanannya.

Ingat, obat-obatan herbal tidak dapat menggantikan konsultasi serta pengobatan medis dari dokter. Obat herbal juga tidak selalu aman bagi semua orang. Jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap komponen yang terkandung dalam tanaman ini atau herbal tertentu, sebaiknya jangan paksakan.

Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan lain sebagainya, konsultasi dahulu ke dokter sebelum berniat menggunakan obat jenis apa pun, termasuk obat herbal.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya