SESUATU yang berlebihan itu tidak baik. Begitu juga dengan urusan cinta. Anda terlalu menyayangi seseorang, maka Anda harus siap menelan rasa sakit hati teramat dalam.
Cinta adalah sesuatu yang suci dan setiap orang mendefinisikannya dalam berbagai makna. Namun, tak bisa dipungkiri, sekarang ini cinta sudah tidak di level itu lagi. Sadar atau tidak, Anda bisa dengan mudah menyatakan cinta hanya bermodalkan sikap perhatian dan "aku akan selalu ada di samping kamu". Tidak salah, tapi risiko untuk sakit hati akan sangat besar ketika si dia hanya mampir sebentar di hati Anda.
Fenomena bucin atau budak cinta menjadi contoh nyata bagaimana cinta sekarang ini tak lagi di level kesucian. Mereka para bucin siap memberikan hati meski tubuh tersakiti, mereka para bucin siap dikhianati, sekali pun kebohongan tak bisa terbendung lagi.
Okezone coba mewawancarai mantan bucin yang kini sudah bisa lepas dari kondisi tersebut. Pada Okezone, Rose secara gamblang menjelaskan bagaimana awal mula dirinya terikat pada cinta semua dan sampai akhirnya sadar apa yang dia perbuat sudah melewati batas.
"Aku kenal sama mantan aku itu 4 tahunan yang lalu. Kita kenal lewat media sosial dan setelah itu komunikasi berlanjut. Perasaan sayang belum ada, tapi ada satu momen di mana pas aku baru putus cinta, dia ada di sana memberi perhatiannya dan aku sadar akan hal itu," terang Rose melalui wawancarai video call bersama Okezone, Jumat pagi (19/4/2019).
Rose menjelaskan, sejujurnya sampai sekarang pun dirinya tak tahu alasan apa yang membuat dia cinta. Tapi, jika dipikir-pikir dan dicari tahu alasannya, mungkin jawabannya adalah rasa nyaman. Sebatas itu.
Perjalanan cinta Rose cukup pelik. Dia mengaku memberikan semua untuk si mantan, termasuk keperawanannya yang mana ini masih dianggap sangat berharga bagi perempuan Indonesia.
"Iya, aku akhirnya melakukan hubungan intim. Tapi, penetrasi tidak dilanjutkan karena aku kaget dan merasa sakit. Untungnya dia tidak minta melanjutkan, bahkan dia meminta maaf atas apa yang sudah terjadi," sambung Rose.
Setelah kejadian itu, perempuan berusia 25 tahun itu menjelaskan kalau sikap mantannya berubah 180 derajat. Si mantan jadi lebih perhatian, lebih sayang, lebih memberikan dirinya untuk Rose. Ini terlihat jelas saat mereka berdua nonton konser musik bersama. Rose menjelaskan kalau mantannya itu menjaga dia sepenuh hati.
Tapi, momen down pertama kali muncul setelah nonton konser. Kejadian ini membuat Rose kembali menangis saat diwawancarai. Dia mengaku harusnya dari awal sadar kalau hubungannya dengan si mantan tidak sehat.
Baca Juga:
Menantu Jokowi, Selvi Ananda Pakai Selop Mahal saat Nyoblos, Berapa Harganya?
Pangeran Harry Marah Dengar Ucapan William Tentang Meghan Markle, Kenapa Ya?
"Jadi, pas di jalan pulang, kita lewat salah satu universitas di Jakarta. Terlihat di sana ada janur kuning dan mantan aku itu bilang, 'itu yang nikah mantan aku. Jadi, aku sekarang ini lagi ngilangin stres.' Abis aku denger pernyataan itu, dunia seperti runtuh, nggak tau lagi harus gimana. Aku mikir, jadi dia ngelakuin ini karena pelampiasan stres dan aku jadi pelampiasannya," keluh Rose sambil menghapus air mata yang jatuh di pipinya.
Singkat cerita, Rose menjelaskan kalau hubungan dia dengan si mantan saat itu renggang. Rose memilih menghilang. Tapi, mantan tersebut tetap mengejarnya, memastikan semua baik-baik saja.
Rose menjelaskan, di momen kehilangannya itu, dia pun coba membuka hati. Tapi, sepertinya upaya dia tak berbuah manis. Sebab, ada pemikiran ini dalam otak Rose; "Masih ada nggak ya cowok yang mau sama aku yang udah nggak perawan ini?"
Pemikiran ini yang kemudian membawa dia kembali ke pelukan mantannya. Mereka kembali berkomunikasi. Kata maaf dikeluarkan Rose sebagai bentuk menyambung kembali tali silaturahmi. Komunikasi pun berjalan seperti biasa dan Rose mengaku tetap saja belum ada cinta di sana.
Namun, dirinya menyadari kalau dia sudah menjadi bucin ketika dia benar-benar tak bisa lepas dari mantannya yang seumuran. Hal ini bisa dilihat dari mentalnya nasihat teman-teman dan sahabat. Selain itu, Rose juga mengaku benar-benar tidak bisa lepas dari mantannya itu.
"Aku malah benar-benar susah lepas sama dia. Di otak aku hanya ada dia dan kalau pun mau pisah, aku berharap dia yang minta bukan aku, karena aku sama sekali nggak mau lepas. Ya, mungkin ini karena balik ke urusan keperawanan aku dia yang ambil dan aku sebagai perempuan merasa sudah tak sempurna dan hanya maunya disempurnakan oleh si pria tersebut," ceritanya.
Rose melanjutkan, bahkan dirinya saat mencoba dekat dengan pria lain, semua gagal. Dia mengaku hanya mau disentuh oleh mantannya dan pikiran dulu "masih ada nggak ya pria yang mau sama cewek udah nggak perawan" muncul kembali. Ini selalu hadir dan yang akhirnya membuat dia kembali ke mantannya, sekali pun kebohongan sudah di depan mata.
Ya, Rose beberapa kali memergoki mantannya itu bermain perempuan. Tidak hanya Rose di hatinya dan Rose tetap mempertahankan hatinya untuk si pria. Bodoh? Jangan ditanya. Tapi, itulah yang dirasakan Rose. "Cinta menurut aku itu kebodohan yang hakiki. Semua keburukan tertutupi cinta yang bahkan tak berbalas. Bahkan, si dia pun nggak menjanjikan aku masa depan yang cerah sebagai suami istri saat kita melakukan seks. Aku benar-benar bodoh," tegasnya.
Lalu, bagaimana akhirnya Rose bangkit?
Rose menjelaskan momen itu saat dirinya benar-benar dicampakkan sang mantan. Pria tersebut akhirnya minta putus dan seperti komitmen dia dengan dirinya sendiri; Kalau dia yang putusin, oke kita udahan.
Stres dan hampir depresi adalah efek dari keputusan itu. Tapi, dia mengaku efek tersebut hanya berjalan sebentar, terlebih kesibukan dia yang sangat padat membuat dia bisa melupakan masa lalunya. Bayang-bayang masa depan hancur pun mulai luntur, seiring dengan lingkungan yang terus positif kepadanya.
"Aku sadar aku sudah nggak perawan lagi, tapi itu bukan berarti aku malah bebas main sana-sini. Aku malah mikir, oke yang udah biarin berlalu. Aku nggak mau malah makin liar dan malah asal 'nyolok'. Menurut aku, tubuh aku adalah kebahagiaan aku dan aku nggak mau ngerusaknya dengan mencari pria yang mau 'enaknya' aja," tegas Rose.
Itu juga yang dia coba sarankan kepada bucin di luar sana. Menurut Rose, sekarang adalah waktu yang tepat untuk Anda menyayangi diri Anda sendiri. Sadari apa yang sudah terjadi, lalu introspeksi diri. Mendekatkan diri pada Tuhan juga jadi jalan yang diambil Rose.
Buka hati? Tentu. Rose kini mulai mau menerima pria lain, tapi tentunya dengan sangat selektif. Dia harus memastikan dulu apakah si pria ini hanya mau 'enak' atau benar-benar mencintai dia seutuhnya. Ya, bisa dibilang Rose kini sangat picky dan menurutnya itu bukan sesuatu yang salah. Terlebih pengalaman dalam hidupnya yang cukup menyiksa.
"Untuk para bucin di luar sana, jangan pernah mikir cowok hanya dia doang. Sadar! Masih banyak pria lain yang bakal sayang sama kamu dengan tulus. Kemudian, kalau emang udah terlanjur dibuat nggak perawan, ya sudah terima kondisi itu, tapi jangan sampai kebablasan. Tetap ingat kalau tubuh kamu itu berharga dan kamu harus sadari itu," pesan Rose pada semua bucin.
Well, kisah Rose ini bisa jadi sedikit gambaran bagaimana problematika kaum milenial sekarang. Sikap dewasa dan bantuan seorang ahli tentu menjadi penting untuk meminimalisir dampak depresi dan tekanan. Jangan pernah takut untuk bicarakan masalah ini ke orang yang Anda percaya dan tentunya harus menemukan jalan keluar dari permasalahan yang terjadi. Semoga tidak ada lagi Rose di luar sana dan pengalaman Rose bisa jadi pelajaran untuk Anda yang saat ini merasa bucin.
(Santi Andriani)