BANYAK dari kita pernah mendengar kisah Yunus dan ikan paus, tetapi siapa di antara kita yang kenal dengan Rainer Schimpf?
Pekan lalu, seorang operator tur selam berusia 51 tahun ini memiliki kejadian yang cukup mengerikan ketika dirinya masuk ke rahang ikan paus. Kejadian itu terjadi di lepas pantai Afrika Selatan, ketika Schimpf bersama dua rekannya pergi snorkeling .
Secara kebetulan, momen itu berhasil tertangkap kamera temannya, fotografer Heinz Toperczer, yang melihat Schimpf dari kapal terdekat. Foto-foto tersebut dengan cepat menjadi viral, banyak orang bertanya bagaimana penyelam itu berhasil lolos dari rahang paus tanpa cedera sama sekali.
Setelah membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi, Schimpf akhirnya mengungkapkan bagaimana ia bisa lolos dari rahang paus tersebut. "Tidak ada waktu untuk ketakutan atau emosi," katanya kepada Telegraph.
"Aku merasakan tekanan besar di pinggangku, saat itulah aku menebak paus menyadarinya. Ketika paus berbalik ke samping, dia membuka mulutnya sedikit untuk melepaskanku dan seketika terhanyut, bersama dengan apa yang ada di dalam mulutnya,"
"Saya hanya menahan dan menguatkan diri supaya agar tidak panik, dan itu berhasil," kata penyelam itu kepada Today.
Dengan kejadian seperti itu membuat Schimpf berpikiran tidak akan selamat setelah berhasil lolos dari rahang paus tersebut.
Baca Juga:
Masak Telur Omlet di Bekas Botol Plastik Jadi Viral, Netizen: Langsung Auto Kanker!
Intip 5 Gaya Seksi Pinit Ngarmpring, Transgender Pertama yang Dicalonkan Jadi Perdana Menteri
"Pikiran saya ketika itu adalah ikan paus tidak akan bisa menelan saya, karena tenggorokannya tidak cukup besar untuk menelan manusia, karena kejadian itu membuat Schimpf tidak berdaya karena tidak akan bisa bertarung melawan hewan dengan berat 15 ton tersebut".
"Pada malam harinya Heinz memeriksa foto-fotonya dan hanya sekali saya melihat betapa beruntungnya Schimpf," katanya kepada Telegraph. “Setiap detik itu penting dan sangat bernilai dikarenakan itu menentukan kehidupan ketika kamu menjadi mangsa hewan seperti ikan paus.”
Kejadian tersebut tidak membuat Schimpf membenci paus dan karena ia berpikir bahwa itu bukan serangan yang secara sengaja. Ia menyadari dirinya berada di tempat yang salah ketika paus sedang mencari ikan di sekitarnya.
(Santi Andriani)