Belajar Nilai Kemanusiaan dari Gus Dur

, Jurnalis
Selasa 08 Januari 2019 23:02 WIB
Haul Gus Dur di Bekasi (Foto: Ist)
Share :

Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid dikenang sebagai Bapak Pluralisme. Sosok mendiang yang lebih akrab disapa Gus Dur itu juga selalu mengajarkan nilai kemanusiaan kepada siapa saja.

Untuk mengenang Gus Dur, ratusan simpatisan berkumpul dan mendoakan keadaan negeri di tahun politik ini dalam Haul ke-9 Gus Dur di Bekasi. Dengan mengambil tema 'Yang Lebih Penting dari Politik adalah Kemanusiaan', kegiatan itu digelar di Pesantren Motivasi Indonesia (PMI), Kampung Cinyosog, Burangkeng, Setu, Bekasi, Jawa Barat.

Dengan tema tersebut, mengingatkan kembali bahwa nilai dan ajaran Gus Dur tentang kemanusiaan harus diterapkan agar situasi politik Tanah Air tetap memprioritaskan kemanusiaan dalam setiap perilaku politiknya.

 Baca Juga: 5 Keterampilan yang Wajib Anda Kuasai Ketika Berusia 30 Tahun

Sekitar tahun 2001, Gus Dur pernah ditanya oleh seorang jamaah salat Jumat di Masjid Kiai Haji Hasan Besari, Desa Tegalsari, Jetis, Ponorogo, Jawa Timur. Pertanyaan itu adalah anggapan bahwa Gus Dur telah melakukan kompromi politik terhadap lawan politiknya. Terutama kepada yang terlibat KKN.

Tetapi Gus Dur menepis anggapan itu. Ia mengaku justru baru akan melakukan kompromi politik dalam arti bersama-sama membangun bangsa dari keterpurukan.

Artinya, politik Gus Dur adalah politik kebangsaan yang maknanya lebih luas dari politik praktis yang orientasinya adalah kekuasaan. Itu dibuktikannya saat ia diturunkan dari jabatan presiden, tapi sama sekali tidak ada penolakan sedikit pun.

 Baca Juga: Viral Polisi Joget Bantu Cari Dana untuk Korban Tsunami, Luwes Banget!

Para pecinta Gus Dur, Banser misalnya, sudah bersiap diri untuk menyelamatkan kedudukan Gus Dur. Tapi Gus Dur justru melarangnya, dengan tujuan agar tidak tercipta pertumpahan darah sesama anak bangsa.

Haul Gus Dur ke-9 ini dihadiri oleh beberapa tokoh. Di antaranya adalah Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Agus Salim, Ketua Umum PB Majelis Dzikir Hubbul Wathan (MDHW) KH Mustofa Aqil Siroj, Pengasuh PMI KH Nurul Huda, dan perwakilan dari Katolik Romo Antonius Antara Pr. Acara ini juga dihibur oleh Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Bekasi, Musik Jalanan Center, dan cucu Mbah Surip sekaligus Penasihat Iwan Fals, Farid Surip.

(Utami Evi Riyani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya