Baru-baru ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan Kereta Api (KA) Pangandaran rute Jakarta-Banjar dengan promo super murah. Antusias masyarakat pun terlihat besar.
Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus mengatakan, masyarakat merespons positif pengoperasian KA Pangandaran rute Jakarta-Banjar itu. Hal itu terlihat dari pemesanan tiket kereta yang membludak. Bahkan, tiket KA Pangandaran sampai jadwal keberangkatan 6 Januari rata-rata hampir terjual habis.
“Sampai tanggal 6 hampir terjual semua. Tiket yang masih tersedia mulai 7 Januari sampai 10 Januari 2019,” kata Joni di Bandung kemarin.
Baca Juga: Kelamin Patung Ronaldo Paling Banyak Disentuh Turis Wanita
Dia memprediksi, pembelian tiket KA Pangandaran bakal terus naik. Padahal, PT KAI menyiapkan lebih dari 520 tempat duduk untuk satu kali perjalanan dari Jakarta ke Banjar. Sementara itu, terkait penerapan tarif promo Rp1 per penumpang, saat pembelian tiket menjadi Rp1.000, Joni mengaku karena ada maintenance parameter pada ticketing system KAI, tarif tertera Rp1.000.
“Untuk sementara waktu, tarif yang muncul adalah Rp1.000. Walaupun begitu, penumpang tetap dapat menggunakan KA Pangandaran rute Bandung-Banjar (PP) secara cuma-cuma,” tegas dia.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan penumpang untuk mendapatkan tiket Rp1 adalah pembelian tiket melalui loket. Penumpang tidak dikenakan biaya alias gratis, tapi hanya dapat dilakukan di Loket Stasiun pemberhentian KA Pangandaran lintas Banjar-Bandung.
Baca Juga: Dijodohkan dengan Dul, Begini 5 Gaya Seksi Aaliyah Massaid
Kemudian pembelian tiket melalui KAI Access, Website KAI, dan channel eksternal akan muncul Rp1.000 untuk kelas Eksekutif dan Ekonomi Premium. Namun, penumpang berhak untuk mendapatkan pengembalian bea 100% (di luar bea pesan channel eksternal) yang prosesnya dilakukan di loket stasiun kedatangan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI tetap berkomitmen memberikan layanan gratis KA Pangandaran rute Bandung-Banjar selama masa promo, yaitu 2 Januari sampai 1 Februari 2019,” imbuh dia.
(Utami Evi Riyani)