Bahaya Tersembunyi Melahirkan ''Bayi Raksasa''

Dewi Kania, Jurnalis
Rabu 02 Januari 2019 16:00 WIB
Risiko dan komplikasi lahirkan bayi raksasa (Foto: Babycentre)
Share :

Lahirnya bayi "raksasa" seberat 6,7 kg di Rumah Sakit Memorial Arlington, Texas, Amerika Serikat membuat tim medis kaget dengan kondisinya. Bayi bernama Ali James Madlock tersebut ditengarai mengalami makrosomia.

Meski tubuhnya besar saat lahir, bayi dari pasangan Jennifer dan Eric Madlock tersebut kondisinya sehat. Selama ibunya mengandung pun hampir tidak mengalami masalah sedikitpun.

Menanggapi kasus tersebut, Spesialis Obstetri dan Ginekologi Dr dr Budi Iman Santoso, SpOG(K), MPH, menjelaskan, bayi Ali dijuluki makrosomia, yang mana dia lahir dengan berat lahir lebih dari 4000 gram. Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan makrosomia tersebut.

"Biasanya pengaruh dari BMI ibu yang tinggi sebelum hamil, obesitas, diabetes atau diabetes gestasional, penambahan berat badan yang berlebih selama kehamilan, umur kehamilan tua, dan jenis kelamin bayi laki-laki," tutur Dr Budi saat dihubungi Okezone, Rabu (2/1/2018).

(Baca Juga: 6 Kelahiran Bayi "Raksasa" yang Sempat Gegerkan Jagat Maya)

Khawatirnya, sambung Dr Budi, ketika lahir ada komplikasi besar muncul, baik pada ibu maupun pada bayi itu sendiri.

Komplikasi pada ibu dapat muncul pada saat proses persalinan dan juga pasca persalinan.

Biasanya, pada saat proses persalinan, sang ibu dapat timbul gangguan kontraksi dan timbulnya fatigue pada otot rahim, memanjangnya lama persalinan, meningkatnya resiko operasi caesar, sampai timbulnya robekan pada dinding rahim (ruptur uteri).

"Bayi yang lahir sangat besar dapat menyebabkan regangan berlebihan, pada simfisis pubis sampai terjadi symphysiotomy spontan. Serta dapat juga terjadi penekanan di bagian saraf panggul sehingga timbul neuropati obstetrik," bebernya.

Sementara itu, terang Dr Budi, komplikasi yang dapat dialami bayi yang dapat timbul meliputi distosia bahu, fraktur tulang selangka ataupun tulang lengan atas, tarikan berlebihan pada saat mengeluarkan bahu.

dr Budi menambahkan, ditakutkan kondisi tersebut bisa menimbulkan risiko gangguan saraf Erb’s palsy, asfiksia neonatal, gangguan metabolisme (hipokalsemia, hipoglikemia, hipomagnesia, hiperbilirubinemia), meningkatnya resiko infeksi neonatorum

"Karena komplikasinya parah, bayi yang lahir dengan masalah makrosomia bisa meninggal dunia," tutupnya.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya