Bahaya Mengonsumsi Daging Anjing dan Kucing bagi Kesehatan

Pisca Azalea, Jurnalis
Jum'at 30 November 2018 15:58 WIB
Ilustrasi (Foto: Eatright)
Share :

KETIKA melihat kucing dan anjing yang terlintas di pikiran kita, mereka adalah hewan-hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Namun, masih tak terelakkan bahwa banyak juga kucing dan anjing yang berkeliaran di jalan-jalan tanpa pemilik.

Menanggapi masalah Mohamed Salah yang baru – baru ini menentang dan mengkhawatirkan kucing dan anjing akan dijadikan sebagai santapan. Ada beberapa hal perlu Anda tahu bahwa mengonsumsi daging anjing dan daging kucing bisa memiliki dampak yang berbahaya bagi kesehatan.

Dikutip dari One Green Planet, Jumat (30/11/2018), Di Vietnam sekira lima juta anjing dibunuh setiap tahun untuk dijadikan makanan. Tempat-tempat lain yang menjadikan daging anjing sebagai makanan, yakni Eropa, Rusia, Afrika, Amerika Latin, Cina, Filipina, dan Korea Selatan. Padahal, mengonsumsi daging anjing dan kucing memiliki dampak buruk seperti berikut ini:

Rabies

Salah satu bahaya terbesar dari mengonsumsi daging anjing atau kucing adalah penyebaran rabies dari hewan ke manusia. Di Filipina, sekira 10.000 anjing dan 300 orang terbunuh oleh rabies setiap tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan upaya vaksinasi massal anjing untuk mencegah penyebaran rabies melalui proses pengadaan, pemotongan, dan penjualan anjing, dan perdagangan daging anjing.

Pada tahun 2008, 20 persen anjing di rumah pemotongan hewan di Hoai Duc, Vietnam, ditemukan memiliki rabies. Tahun sebelumnya, Vietnam menderita wabah rabies dengan sekira 30 persen kematian yang disebabkan konsumsi daging anjing atau kucing.

Baca Juga: Benarkah Vape Lebih Sehat? Pendapat Dokter Ini Buktikan Sebaliknya

Menurut catatan Center for Disease Control, hanya 10 orang yang pernah selamat dari penyakit mengerikan ini. Ini jelas menjadi perhatian utama ketika penyakit yang berbahaya dan mematikan seperti rabies dapat dengan mudah menyebar.

Mudah terjangkit penyakit lain

Ada banyak penyakit dan infeksi lain yang terdapat pada daging anjing atau kucing yang bisa membahayakan kesehatan manusia. Kemungkinan di dalam daging tersebut terdapat penyakit dan bakteri seperti E. Coli dan salmonella . Ada juga bahaya infeksi bakteri seperti anthrax, brucellosis, hepatitis, dan leptospirosis yang dapat menyebar melalui daging yang dikonsumsi manusia.

Perwakilan WHO, Jean-Marc Olive, memperingatkan bahwa mengonsumsi daging anjing dapat meningkatkan 20 kali lipat risiko terinfeksi bakteri. Bakteri yang sudah menyebar dapat menyebabkan peradangan di pembuluh darah jika dibiarkan tidak diobati, hal ini bisa berakibat fatal.

Baca Juga: Hari Ini, Para Finalis Miss World 2018 Jalani Sesi Fast Track Sport

Resistensi antibiotik

Salah satu dampak lain mengonsumsi daging anjing dan kucing adalah mengalami resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik adalah keadaan di mana bakteri atau kuman tidak dapat lagi dibunuh dengan antibiotik.

Anjing dan kucing di peternakan kotor biasanya diberi antibiotik dan vaksin dalam jumlah besar untuk melawan penyakit. Diberinya antibiotik dan vaksin dalam jumlah besar menyebabkan peningkatan superbug. Superbugs adalah bakteri berbahaya yang tahan terhadap antibiotik. Oleh karena itu, salah satu dampak dari mengonsumsi daging anjing atau kucing bisa menyebabkan resistensi antibiotik.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya