Dituduh Lakukan Penganiayaan, Aksi Gajah Dalam Akuarium di Thailand Tuai Kecaman

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Rabu 10 Oktober 2018 20:04 WIB
Pertunjukan Gajah Akuarium (Foto: Netshark)
Share :

SEBAGAI seorang manusia yang dilengkapi dengan akal budi, maka sudah seharusnya Anda bersikap adil dan saling mengasihi sesama makhluk hidup. Tak hanya manusia, hewan pun layak mendapatkan kasih sayang dan perlindungan.

Baru-baru ini kelompok pencinta hak asasi hewan telah meluncurkan protes yang memperlihatkan pertunjukan gajah di bawah laut. Mereka menilai pertunjukkan yang berlangsung di Thailand ini sangat "kejam".

Gajah di Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow di Chonburi, Thailand dilaporkan telah ditemukan mengalami kekerasan oleh sang pelatih mereka selama pertunjukkan di publik.

Baca Juga :

Dalam sebuah video terlihat seekor gajah memainkan salah satu pertunjukan air yang membuat mereka muncul di media sosial. Dalam adegan tersebut, sang pelatih menarik telinga gajah itu agar membuatnya menurut dan menari di dalam tangki air raksasa.

Gajah itu juga dibuat untuk melakukan trik lain seperti berjalan dengan kaki belakang dan bergerak di sekitar air seolah-olah mereka adalah makhluk laut. Seekor gajah terlihat sedang mengombang-ambingkan kepalanya ke atas dan ke bawah permukaan air saat seorang pelatih menarik telinganya.

Pelatih tersebut sengaja membuat gajah tersebut terjun jauh ke dasar tangki dan melakukan beberapa trik sebelum kembali naik ke permukaan untuk mencari udara. Pelatih itu juga terlihat berdiri di leher gajah pada waktu yang bersamaan sambil menarik telinganya.

Rekaman juga menunjukkan penonton terpesona yang bersorak ketika hewan mamalia darat terbesar ini melakukan aksi yang tidak mereka lakukan secara alami di alam liar.

Para pengacara percaya bahwa gajah mungkin telah mengalami proses pelatihan yang kejam dan dikenal sebagai phajaan untuk membuat mereka melakukan tugas yang sulit. Phajaan adalah metode pelatihan brutal yang melibatkan aksi memukul hewan menjadi tunduk untuk membuat mereka sangat jinak dan dengan demikian aman untuk dipamerkan kepada publik.

Berdasarkan laporan PBB, metode pelatihan di Myanmar dan Thailand ini dengan cara menahan seekor gajah dengan tali di dalam kandang yang besar dan kuat agar tidak bergerak. Meskipun tidak dapat menendang, mengangkat atau mengayunkan kepalanya, hewan tersebut kemudian ditikam dengan paku dan tongkat ke telinga dan kaki. Proses tersebut konon memungkinkan gajah untuk mempelajari perintah dasar diam.

Beberapa laporan menyatakan bahwa ada pelatih yang mencoba menjinakkan gajah dan membuat mereka tunduk dengan menggunakan taktik seperti memukul dengan tongkat, rantai atau bullhook, membuat mereka kurang tidur, kelaparan, dan kehausan.

Beberapa petisi untuk menghentikan pertunjukan bawah laut di Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow telah muncul di situs web Petisi Care2. Salah satu dari mereka menghasilkan lebih dari 135.000 tanda tangan.

“Tidak ada gajah yang akan menunjukkan perilaku semacam ini di alam liar, jadi untuk membuat mereka melakukan hal yang sama di hadapan orang banyak, pelatih menggunakan teknik kejam. Gajah tidak diciptakan untuk atau seharusnya digunakan untuk hiburan kita. Mereka memiliki keinginan untuk hidup bebas dari kekejaman seperti di alam liar di mana mereka berasal,” tulis sebuah pernyataan dalam petisi tersebut, menyadur dari Next Shark, Rabu (10/10/2018).

“Sirkus, pertunjukan sulap, kebun binatang, dan akuarium yang menggunakan hewan hidup akan membuat mereka menderita. Fasilitas yang menyebabkan hewan menderita karena keuntungan seharusnya tidak lagi diberikan izin,” tuntasnya.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya