SWAFOTO alias selfie adalah satu kebiasaan yang tidak boleh terlewatkan di zaman yang serba visual seperti sekarang ini. Saat mengunjungi tempat baru, bertemu teman lama, bersama kekasih, hingga merayakan peringatan tertentu, selfie jadi sebuah keharusan!
Sayangnya, ada banyak orang yang bernasib kurang beruntung akibat selfie. Mereka bahkan kehilangan nyawa hanya gara-gara konten media sosial.
Masih Berbohong di Usia Senja, Apakah Ratna Sarumpaet Mengalami Post Power Syndrome?
Sebuah survei menunjukkan sejak 2011 hingga 2017 sudah ada sekira 259 orang yang wafat saat sedang berfoto narsis atau yang biasa disebut selfie. Tragis memang, tapi inilah fakta yang sungguh terjadi. Sebagian besar dari mereka meregang nyawa karena tertabrak, tenggelam, hingga terjatuh, dilansir Okezone dari laman The Sun, Jumat (5/10/2018).
Dari sekian banyak nyawa yang melayang akibat selfie, uniknya laki-laki lah yang jumlahnya paling banyak dibandingkan perempuan. Hal ini jelas mencengangkan, karena biasanya laki-laki lebih menjaga image dengan tidak sesering perempuan dalam berfoto selfie, tapi survei menunjukkan tiga perempat korban adalah laki-laki.
Astaga Kelakuan Netizen, Ramai-Ramai Pamer Bokong di Objek Wisata Bali
Masih dari sumber yang sama, survei mengungkap ada delapan orang yang tewas karena diserang hewan saat berpose bersama, 16 orang tersengat listrik alias kesetrum. Sementara itu, India menjadi negara yang korban selfienya terbanyak dibandingkan negara lain, seperti Rusia, Amerika Serikat, dan Pakistan.
Kasus tewasnya warga karena selfie memang cukup menarik perhatian, sekaligus harus dijadikan pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang atau bahkan menimpa diri sendiri dan keluarga. Sebaiknya, saat hendak berfoto selfie, kita harus lebih berhati-hati dan mempertimbangkan keselamatan dan keamanan, jangan sampai selfie yang dilakukan itu adalah selfie terakhir sebelum menutup usia.
(Santi Andriani)