ISTILAH wanita yang merebut lelaki orang alias Pelakor memang tengah tren beberapa waktu belakangan. Stigma ini pun diberikan pada seorang wanita yang memang dengan sengaja berhubungan dengan pria lain, meskipun pria tersebut sudah memiliki pasangan.
Tapi, yang terjadi dengan Reka Nyari (39) ini memang terbilang cukup unik. Pasalnya, dia dituding sebagai Pelakor karena menyusui buah hatinya. Kok bisa ya?
Reka memang tengah putri kecilnya yang manis di dalam pesawat. Kebetulan, Reka berdampingan dengan pasangan muda yang menumpangi pesawat sama. Saat itu pesawat yang ditumpangi adalah tujuan Budapest dari New York.
Saat mama muda asal New York itu tengah asyik menyusui si kecil. Wanita muda tersebut malah menuding dia pamer payudara kepada pasangannya.
Bac Juga: 4 Gaya Busana Panas Ina Thomas, Lagi Senang Pamer Perut!
"Ini sangat menjengkelkan, dia (penumpang perempuan) memanggil saya pelakor. Dikira saya merebut pacarnya, cuma gara-gara menyusui," kata Reka, dikutip Okezone dari Thesun, Selasa (2/10/2018).
Menurutnya, ungkapan kalimat tersebut sangat tidak adil. Sebab, menyusui itu alami. Lalu, payudara wanita dibuat untuk memberi makan bayi. Apa kaitannya dengan penyimpangan seksual? Atau malah dikira mengundang perhatian publik.
Apalagi Reka telah menyusui putrinya sejak lahir, tepatnya pada November 2015. Hingga detik ini, wanita berhati malaikat itu belum pernah memberikan susu formula kepada si kecil.
Malahan selalu menjadi "malaikat" bagi ibu yang memilih untuk menyusui anak-anak. Terlebih ketika usianya sudah lebih dari satu tahun, karena efek dalam jangka panjangnya baik.
Baca Juga: Berkunjung ke Jawa Timur, Intip Lahapnya Tamara Bleszynski Makan di Pinggir Jalan
Maka dia pun selalu menyusui putri kecilnya di mana saja. Perempuan yang lahir di Finlandia selalu percaya bisa berikan ASI eksklusif untuk anaknya. Di media sosial, dia pun masuk kategori Selebgram di bidang kesehatan ibu dan anak, khususnya pemberian ASI.
"Sekarang anak saya berumur 34 bulan, tapi saya sering dihakimi dan dikritik saat menyusui. Banyak teman-teman dan keluarga saya juga tidak setuju dan menyuruh saya untuk berhenti melakukannya," ungkap dia.
Soal ASI, Reka sangat egois karena ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati. Tanpa alasan apapun, dia harus menyusui anaknya. Banyak penelitian yang dipercaya akan manfaat ASI eksklusif. Para ahli pun membeberkan dan mudah dipahami oleh kaum ibu.
“Semakin banyak wanita berbicara di depan umum tentang menyusui. Semakin banyak orang yang terpapar ide-ide khusus, tapi saya tetap minta ketahui bukti penelitian," tegas dia.
Dia bahkan merasa sedih atas kejadian tersebut. Akhirnya banyak ibu menyusui selalu menyembunyikan, karena mereka merasa malu atau dihakimi publik.
(Martin Bagya Kertiyasa)