HORMON testoteron memang membuat pria lebih bernafsu ketimbang wanita. Tidak heran, jika kasus pemerkosaan lebih banyak dilakukan oleh kaum Adam, yang tidak bisa menahan nafsunya.
Namun, pemerkosaan bisa menjadi kejahatan serius yang bisa menempatkan orang di balik jeruji besi. Oleh karena itu, berbagai hiburan tambahan pun ditawarkan, mulai dari penjaja seks komersial hingga boneka penyalur hasrat.
Bahkan, jika sudah bernafsu, self service menggunakan bantuan tangan menjadi salah satu alternatif yang bisa dipilih. Sayangnya, Pria asal Memphis ini berpikir out of the box. Dia lebih memilih berhubungan seks dengan mayat di rumah sakit setempat, tempat dia bekerja, ketimbang sederet solusi tadi.
Cameron Wright (23) seorang karyawan kontrak di rumah sakit, ditemukan sedang menyalurkan hasrat seksualnya ke mayat. Para saksi, yang juga merupakan penjaga keamanan, mengatakan kepada polisi bahwa mereka melihat dia berhubungan seks dengan mayat di rumah sakit.
Baca Juga: Posisi Seks Panas untuk Merangsang G-Spot Wanita, dari Gerbang Cinta hingga Missionaris Terbalik
Dilansir Okezone dari Newsweek, Jumat (24/8/2018), Wright pun didakwa dengan penyalahgunaan mayat, dengan hukumannya dia juga dipecat dari pekerjaannya. Wright pun dibawa ke markas polisi Memphis, di mana dia memberikan pernyataan mengakui bahwa dia melakukan hubungan seksual dengan seorang wanita yang meninggal di rumah sakit.
Rumah Rakit St Francis pun terpaksa merilis pernyataan terkait dengan aksi memalukan Wright.
"Memperlakukan mereka yang kami layani dengan martabat dan rasa hormat adalah prioritas utama kami," tulis Rumah Sakit St Francis dalam keterangan tersebut.
“Perilaku individu ini tidak mewakili apa yang dilakukan oleh rumah sakit kami, dan tindakan ini sama sekali tidak dapat diterima. Kami sedih dengan kejadian ini, dan kami empatik dan bersimpati kepada keluarga pasien," imbuhnya.
Baca Juga: Gejala Awal Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai, Termasuk Keputihan?
“Kami telah melakukan kontak dengan Asisten Keamanan Amerika Serikat untuk layanan keamanan rumah sakit kami. Semua petugas harus menjalani pemeriksaan latar belakang yang menyeluruh. Penjaga keamanan yang terlibat dalam situasi ini telah dihentikan," bebernya.
Menurut The Associated Press, Rumah sakit mengatakan Wright telah menjalani pemeriksaan latar belakang dan dikontrak melalui Asisten Keamanan Amerika Serikat. Tidak jelas apakah Wright memiliki pengacara. Dia diatur untuk tampil di pengadilan dengan video pada hari Jumat.
(Martin Bagya Kertiyasa)