BANGSA Indonesia sudah merdeka 73 tahun. Saatnya kamu mengenang jasa perjuangan proklamator dalam menyusun hingga membacakan naskah proklamasi yang amat penting.
Mumpung long weekend, kamu bisa datang ke beberapa objek wisata paling bersejarah pada tahun 1945. Tidak perlu kamu jauh-jauh pergi ke luar kota, karena di Jakarta dan Karawang, lokasi napak tilas masih bisa disinggahi.
Kira-kira objek wisata mana saja ya? Dirangkum Okezone, Jumat (17/8/2018), berikut adalah lima objek wisata untuk napak tilas kemerdekaan yang wajib kamu datangi.
Tugu Proklamasi
Meski lokasinya sepi, tapi ternyata taman di kawasan Cikini, Jakarta Pusat itu bersejarah. Dulunya Taman Proklamator atau dikenal dengan nama Tugu Proklamasi itu merupakan tempat yang dipakai Presiden Soekarno membaca teks proklamasi pada 17 Agustus 1945 silam, alias sisi halaman rumah presiden pertama Republik Indonesia.
Saat berkunjung kesana, kini kamu bisa melihat tugu perjuangan para proklamator. Ada dua tugu bersejarah yang masih berdiri sampai saat ini. Tugu tersebut menandakan suasana peristiwa kemerdekaan zaman dulu dan satu tugu lagi dibuat untuk memperingati ulang tahun pertama bangsa ini. Pada momen Agustusan kali ini, yuk coba kenang perjuangan para proklamator dalam memerdekakan bangsa ini 73 tahun silam.
Gedung Joang
Gedung yang dibangun tahun 1920-an ini dulunya merupakan hotel milik penduduk bangsa Belanda. Tapi kini digunakan sebagai Museum Joang 45 yang mana bangunannya masih asli. Nah, ketika Jepang masuk ke Indonesia, gedung tersebut diambil alih oleh kaum pemuda bangsa.
Saat ini kalau kamu datang ke museum yang berlokasi di Jalan Raya Menteng, Jakarta Pusat itu bakal melihat peninggalan barang bersejarah, seperti mobil dinas pertama presiden dan wakilnya, dengan plat REP 1 dan REP 2. Saat momen Ulang Tahun Republik Indonesia, biasanya objek museum ini dijadikan lokasi napak tilas.
Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Bekas kediaman Laksamana Maeda tersebut kini difungsikan sebagai museum bersejarah. Ya, kamu bisa napak tilas mengenang detik-detik Indonesia merdeka di Museum Perumusan Naskah Proklamasi itu. Di sini Soekarno sempat mengalami masalah pelik demi Indonesia bebas dari penjajah. Saat kamu berkunjung ke museum akan menemukan hal menarik di sana. Bahkan, suasananya pun seolah terbawa pada masa menyusun naskah proklamasi dahulu kala.
Ada satu kamar khusus yang menjadi daya tarik traveler yang berkunjung. Di dalamnya terdapat patung Soekarno, Maeda, Bung Hatta dan Sayuti Melik. Patung tersebut ada supaya penduduk bangsa Indonesia tahu sejarah yang kini wajib dikenang. Di samping itu, ada beberapa ruang pamer atau diorama yang terdapat banyak pajangan barang-barang bersejarah, dari mulai pakaian pahlawan, foto-foto perjuangan, alat musik, dan sebagainya.
(Foto: Okezone)
Monumen Kebulatan Tekad
Di tepi Sungai Citarum, Karawang, Jawa Barat, Monumen Kebulatan Tekad berdiri sampai sekarang. Monumen tersebut cocok dijadikan sebagai lokasi napak tilas kemerdekaan. Di sini ada suatu peristiwa terlupakan, bahwa pernyataan Indonesia merdeka pertama kali dikumandangkan tanggal 16 Agustus 1945, antara jam 10.00-10.30 WIB.
Pernyataan itu didengar oleh masyarakat Rengasdengklok, disertai dengan upacara penurunan bendera Jepang, serta pengibaran bendera Merah Putih oleh anggota Seinendan. Kemudian, diakhiri denagan pekik ‘Merdeka!. Sayang, monumen ini sering dikunci sehingga pengunjungnya tidak bisa mendekat. Nah, kalau kamu ikut prosesi napak tilas biasanya diajak ke lokasi tersebut yang juga bersejarah.
Rumah Rengasdengklok
Rumah milik Djiaw Kie Siong juga jadi salah satu tempat bersejarah yang patut disinggahi saat merayakan kemerdekaan bangsa. Rumah tersebut sempat jadi tempat istirahatnya Soekarno-Hatta saat derik-detik Indonesia merdeka.
Kini rumah tersebut dihuni oleh cucu pemilik rumah yang masih setia menyambut tamu yang datang. Rumah yang rindang itu nampak masih asli dan beberapa jenis barang di dalamnya pernah digunakan oleh presiden pertama dan wakilnya saat itu. Kawasan ini memang selalu dijadikan tempat napak tilas para pejuang dan proklamator dalam memerdekakan bangsa yang kini usianya 73 tahun.
(Helmi Ade Saputra)