KESADARAN masyarakat untuk mengurangi konsumsi plastik dalam kehidupan sehari-hari semakin bertambah. Terlebih setelah munculnya berbagai produk yang diklaim lebih ramah lingkungan. Satu yang terbaru adalah reusable straw atau sedotan yang bisa digunakan kembali.
Sedotan ini biasanya terbuat dari bambu atau stainless steel. Saat ini sudah banyak produsen yang menjualnya sehingga reusable straw dapat dengan mudah ditemukan. Akan tetapi, meskipun baik untuk lingkungan, penggunaan sedotan tersebut harus lebih hati-hati karena dapat berbahaya bagi diri sendiri.
Reusable straw memunculkan isu-isu lain seputar kebersihan. Jika seseorang mudah terserang bakteri, maka penggunaan jenis sedotan tersebut tidak sepenuhnya aman. Sudut dan celah di dalam sedotan yang tidak terlihat dapat menjadi sarang bakteri. Terlebih bila sedotan digunakan untuk minuman manis yang lengket.
Beruntung ada solusi yang bisa dilakukan yaitu membersihkannya dengan spons atau sikat khusus. Caranya cukup mudah, tinggal memasukkan sikat pembersih ke sedotan. Beberapa produsen ada yang menjual sedotan dengan sikat pembersihnya, tapi ada juga yang tidak. Bila tidak ada sikat pembersih, alternatif lain yang bisa dipilih adalah menggunakan pembersih pipa.
Membersihkannya juga tidak asal memasukkan sikat pembersih. Sediakan air panas dan cairan pencuci. Kemudian bersihkan bagian dalam sedotan yang sudah dibilas dengan air panas menggunakan sikat yang sudah dilumuri cairan pencuci. Kemudian gosok-gosok bagian dalam sedotan terutama bagian yang sulit yaitu di area lekukan. Bagian luar sedotan cukup dibersihkan seperti mencuci piring pada umumnya. Pastikan untuk menyeka bagian-bagian yang telah disentuh oleh mulut dengan kekuatan ekstra.
Setelah selesai, bilas kembali sedotan dengan air panas. Reusable sedotan sudah bersih dan siap untuk digunakan kembali. Pastikan sedotan dicuci kembali dengan cepat setelah digunakan. Jangan biarkan sisa minuman apapun mengendap dan mengeras di dalamnya. Hal ini untuk memudahkan pembersihan dan mencegah sedotan menjadi sarang bakteri.
Demikian seperti yang dilansir Okezone dari Metro, Senin (6/8/2018).
(Helmi Ade Saputra)