BENTENG Huraba yang berada di Jalan.Mandailing-Padangsidimpuan KM 19 Keleurahan Pintu Padang, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Diserang pengunjung pada libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H.
Masyarakat yang berkunjung ke Benteng Huraba ini datang dari berbagai daerah. Bahkan, ada juga dari daerah luar Tabagsel.
Baca juga: 3 Kuliner Khas Betawi yang Mulai Langka, Coba Icipi Sebelum Hilang
Salah satunya Hendri, Warga Kota Pinang ini sengaja membawa istri dan kedua anaknya untuk berkunjung melihat tempat wisata bersejarah ini. Dirinya bertujuan agar anaknya tertanam nilai-nilai sejarah dari usia dini.
"Dengan berwisata kesini mereka juga akan tahu bagaimana para pejuang dalam merebut kemerdekaan serta mempertahankan kemerdekaan penuh pengorbanan"tambahnya.
Baca juga: Tampil Seksi dengan High Slit Dress, Miss V Penyanyi Dua Lipa Hampir Terlihat!
Dari pantauan,masyarakat yang berdatangan ke tempat wisata sejarah ini,ada yang membaca prasasti serta ada yang duduk santai menikmati angin berhembus usai melihat-lihat bukti sejarah ini.Tidak ketinggalan juga masyarakat yang berkunjung kesini mengabadikan momen mereka lewat handphone selulernya.
Benteng Huraba ini salah satu bukti sejarah di mana para Pahlawan melawan penjajah dalam rangka mempertahankan kemerdekan Republik Indonesia.Di mana lokasi Benteng Huraba ini pas di tepi jalan.Untuk sampai ke Benteng Huraba ini harus menaiki anak tangga untuk tiba di atas.
Ketika kita tiba di atas, akan menemukan dua buah meriam di mana kedua buah meriam ini di gunakan para pejuang untuk melawan penjajah Belanda.
Baca juga: 3 Merek Indonesia Masuk 10 Mi Instan Terlezat di Dunia
Nama kedua meriam ini yakni, Meriam Simanis dan Meriam Lucsim, di lokasi Benteng Huraba ini, pas di tengah-tengahnya kita juga akan menemukan salah satu bangunan mirip castel, bangunan tersebut kita akan mendapatkan tulisan prasasti.
Tertulis di prasasti dalam pertempuran mempertahankan Benteng Huraba ini di bawah Pimpinan Komisaris Polisi Maskadiran pada tanggal 5 Mei 1949, 27 pejuang rela berkorban nyawa gugur sebagai melati kesuma bangsa.
Angkatan Darat 16 orang.Dan dari Polri 11 orang.Tertulis juga monumen Benteng Huraba ini di resmikan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Polisi DR.Awaloedin Djamin.MPA pada tanggal 21 November 1981.
(Fakhri Rezy)