SOLO – Sering kali para orang tua memarahi anaknya jangan terlalu sering bermain smartphone. Namun, apakah para Orang Tua bisa juga tidak bermain smartphone?
Apakah Anda para orang tua sudah mengerti efek yang dirasakan anak apabila melihat orang tuanya terlalu sibuk dengan smartphone? Tahukah Anda, terlalu sibuk dengan smartphone bisa membuat anak depresi?
Baca juga: Berusia 23 Tahun, Tubuh Pria Ini Seperti Balita
Dilansir Psychology Today, Senin (30/4/2018), di zaman serba digital ini mau tak mau smartphone masuk di sela-sela setiap interaksi orang tua dan anak. Meski sudah berusaha mengurangi intensitas menggunakan smartphone di depan anak, sudahkah hal itu bisa dilakukan 100%?
Untuk meneliti hal itu, tim psikolog melakukan riset dengan teknik still face paradigm yang disesuaikan dengan kondisi sekarang . Teknik yang dikembangkan oleh Dr.Ed Tronick ini sebenarnya digunakan untuk mengetes respons bayi atau anak-anak saat orang tua mereka tak bisa diajak komunikasi selama beberapa saat.
Versi orisinal tes tersebut meminta ayah atau ibu seorang bayi 1-2 tahun untuk mengajak anaknya berkomunikasi selama beberapa menit. Setelah itu si orang tua diminta diam saja selama satu menit, tak merespons anaknya dan memasang raut wajah datar.
Baca juga: Inilah 5 Wajah Pria Paling Tampan di Dunia yang Pesonanya Tak Pernah Luntur
Di saat orang tua terdiam itu bayi akan menunjukkan ekspresi sebal dan cemas. Namun hal itu segera hilang setelah satu menit. Bayi akan lega dan kembali girang di depan orang tua mereka. Dari tes still face paradigm disimpulkan apabila orang tua tak merespons anaknya dan itu terjadi dalam jangka panjang, maka akan muncul kondisi mirip depresi pada diri si anak.
Terkait orang tua yang terlalu sering menggunakan smartphone di depan anaknya, psikolog asal New York, Amerika Serikat, Dennis-Tiwary, membuat tes still face paradigm dengan cara mengganti orang tua yang diam saja dengan orang tua yang sibuk menjawab pertanyaan di ponsel selama satu menit. Hasil yang ditemukan sama dengan tes versi orisinal.
Bayi yang melihat orang tuanya sibuk dengan ponsel memunculkan tekanan perasaan, memunculkan emosi negatif, tak mau mengeksplor hal lain, tak tertarik dengan mainan di sekitarnya. Anak akan kembali ceria setelah orang tua meletakkan ponsel. Namun perlu dicatat, bagi anak yang sudah terlalu kerap kesal karena orang tuanya terlalu sibuk dengan ponsel, kemampuan untuk memunculkan emosi positifnya pun berkurang.
Baca juga: Kisah Cinta Mendatangkan Hidayah, Alasan Wanita Ini Jadi Mualaf Bikin Baper
Dalam kalimat lain, melihat orang tua terlalu sibuk dengan ponsel adalah latihan bagi anak untuk tumbuh menjadi pembenci, tak percaya diri, hingga tak suka dengan hal baru.
(Fakhri Rezy)