BATAM - Pemerintah Johor, Malaysia menargetkan jumlah kedatangan turis asal Indonesia sebanyak 2 juta orang untuk tahun 2018. Jumlah ini diyakini dapat tercapai dengan kerja keras dan pembangunan beberapa proyek pariwisata yang akan selesai di tahun 2018 ini.
Target ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Dari data yang dimiliki oleh Tourism Johor, kedatangan turis asal Indonesia ke Johor mencapai 1,3 juta orang pada tahun lalu.
"Tahun ini target ditingkatkan karena akses untuk ke Johor sudah terbuka lebar," kata Tuan Abdul Malik, Director Tourism Johor usai menggelar pertemuan dengan Asita Batam di Amari Johor, Malaysia, Senin (9/4/2018).
Tuan Abdul Malik menjelaskan, kunjungan turis Indonesia ke Johor tidak hanya untuk berwisata semata namun juga untuk berobat atau biasa dikenal dengan istilah medical tourism.
Dari jumlah turis yang masuk ke Johor, 5-10 persen merupakan turis yang datang dengan tujuan untuk berobat. "Ini semua karena kami memiliki rumah sakit dengan teknologi pengobatan yang baik sehingga dipercaya oleh turis Indonesia untuk berkunjung ke Johor dalam rangka medical," ujarnya.
Untuk tahun ini, pihak Tourism Johor menargetkan peningkatan kunjungan turis dalam hal pengobatan hingga 20 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Pihak Tourism Johor juga telah menyiapkan anggaran hingga 6,5 juta Ringgit Malaysia untuk promosi di bidang pariwisata. "Untuk itu, kami akan buat promosi ke Batam dan Jakarta," kata Tuan Abdul Malik lagi.
Guna mendukung itu semua, pihak pemerintah Malaysia, khususnya Johor terus meningkatkan infrastruktur yang ada. Tak hanya itu, akses menuju Johor juga dibuka lebih lebar dengan membuka jalur pelabuhan baru dan menambah rute pelayaran kapal fery dari berbagai daerah khususnya di Kepri.
Upaya lain yang dilakukan yaitu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya Association of Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Kota Batam, Kepulauan Riau. The Malaysian of Tours and Travel Agent mengadakan pertemuan dalam Famtrip Asita Batam 2018 di Amari Johor Baru, Malaysia, Senin (9/4/2018). Pertemuan ini bertujuan untuk mengembangkan pariwisata di masing-masing daerah yakni Batam dan juga Johor, Malaysia.
Cathire B selaku pengurus Matta Johor dalam sambutannya mengatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan perkembangan Johor kepada para agen perjalanan wisata Batam agar dapat membantu untuk membawa turis dalam jumlah yang lebih banyak ke Johor.
(Baca Juga: Tak Hanya Tangguh, Kecantikan 10 Petinju Wanita Ini Bikin Pria K.O Seketika)
"Selama ini, Johor hanya sebagai tempat transit. Orang yang datang ke sini hanya untuk makan dan buang air saja. Tapi, seiring perkembangan pembangunan, maka kami ingin mengembangkan pariwisata di Johor," ujarnya.
Cathire mengatakan, pihak Matta Johor sangat berharap kepada anggota Asita Batam untuk dapat membantu meningkatkan jumlah turis yang berkunjung ke Johor. "Kami sangat berharap member Asita dapat membantu mempromosikan Johor sehingga semakin banyak turis yang datang ke sini," katanya.
Sementara itu, Juniati dari Asita Batam mengatakan, pihak Asita Batam ingin memiliki koneksi langsung dengan anggota Matta Johor. Hal ini bertujuan agar setiap turis mendapatkan pelayanan yang maksimal.
"Demikian juga untuk para member Matta Johor, kami harapkan agar bila membawa turiske Batam untuk dapat langsung berhubungan dengan anggota Asita agar segala pelayanan lebih terjamin. Jika tidak melalui kami, maka kami tidak dapat membantu bila terdapat masalah-masalah selama di sana," ujarnya.
(Baca Juga: Cara Sehat Masak Mi Instan yang Bikin Pengawetnya Luruh)
Di sisi lain, Tuan Abdul Malik selaku Director Tourism Johor yang juga hadir dalam pertemuan ini menjelaskan, Johor menerima kedatangan turis sebanyak 14,4 juta pada tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 1,3 juta orang berasal dari Indonesia.
"Indonesia penyumbang turis nomor dua terbesar setelah Singapura. Dan Batam adalah kota terbesar di Kepri dengan jumlah populasi terbesar ketiga di Sumatra dan juga memiliki pertumbuhan ekonomi yang Bagus," katanya.
Tuan Abdul Malik mengatakan bahwa Johor memiliki banyak destinasi wisata yang baik untuk dikunjungi turis, yakni wisata alam seperti pantai, wisata kuliner dan juga destinasi wisata menarik lainnya seperti Legoland dan Hello Kitty Town.
"Masih banyak lagi produk pariwisata lain yang tengah dipersiapkan. Salah satunya yakni Desaru Coast, Capital 21, Sea Life at Legoland Malaysia dan B5 Johor Street Market," katanya.
Pertemuan ini, lanjutnya, adalah pertemuan yang tepat untuk menjalin kerjasama antara industri pariwisata Batam dan Johor. Dengan kerjasama yang sudah terjalin dengan baik dan akses antara keduanya yang terus meningkat, tentunya akan meningkatkan jumlah kedatangan turis di dua negara ini.
Famtrip ini digelar oleh Matta Johor dan mengundang sekitar 20 agen perjalanan wisata di Batam dan 18 awak media baik cetak, onlie dan elektronik. Famtrip dilaksanakan sejak Minggu (8/4/2018) hingga Selasa (10/4/2018) dan dalam kegiatan ini, anggota Asita Batam dan awak media diajak untuk melihat destinasi wisata yang dimiliki oleh Johor, salah satunya yakni Desaru Coast yang akan selesai dibangun pada tahun 2018 ini.