INSPIRASI dalam berkarya sejatinya memang bisa datang dari mana saja. Dari sekedar melihat-lihat suasana lingkungan sekitar, melihat betapa cantik dan gagahnya arsitektur bangunan gedung saat berjalan-jalan mengunjungi suatu tempat, sampai kegiatan sederhana seperti menonton tayangan televisi atau membaca majalah pun bisa jadi ladang sumber inspirasi bagi seseorang.
Tidak hanya itu, seseorang juga bahkan bisa terinspirasi membuat sebuah karya dari sesuatu hal yang terdekat dalam diri sendiri yaitu organ tubuh. Yup! Anda tidak salah membaca kok, pasalnya cerminan akan organ tubuh inilah yang nyatanya menjadi inspirasi bagi salah satu desainer busana Muslim terkenal di Indonesia, Irna La Perle dalam mewujudkan koleksi karya terbarunya dalam pagelaran busana Media Viewing Trend 2019.
Mengusung tema "Orgues" yang memiliki arti makna organ tubuh, Irna La Perle menampilkan kurang lebih sepuluh buah koleksi rancangan busana Muslim dengan berbagai detail seperti alur aliran darah, otot tendon, hingga organ jantung yang ia sebutkan menjadi highlights dalam koleksi ini.
"Kita sebagai pelaku di bidang fesyen, inspirasi kan bisa datang dari mana saja. Tema organ tubuh ini juga saya ambil dari tren Forecasting 2019, lalu saya ambil idenya yang mengarah dekat dengan kita, saya ambilnya organ tubuh kita sendiri. Detail motif seperti aliran darah, otot tendon, dan jantung ini yang saya captured di koleksi yang ini, agak beda memang karena nuansanya yang ini lebih edgy," jelas Irna saat ditemui Okezone, Selasa (27/3/2018) di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.
Khusus untuk koleksi "Orgues" ini, menurut pantauan langsung Okezone di lapangan. Permainan warna yang ditampilkan Irna di koleksi ini cukup agak berbeda dengan signature style nya selama ini. Jika sebelumnya Irna hadir dikenal lewat karya-karya busana berwarna pastel yang manis dan cerah seperi baby pink, biru langit, hijau muda, mint, dan sebagainya. Namun kali ini, warna yang dipakai dalam sepuluh buah koleksi gaun pesta adalah warna broken white dan biru akuatik atau aquatic blue.
Sedangkan untuk cutting siluet, Irna memilih untuk mengaplikasikan siluet H dan siluet Y yang populer digunakan di busana-busana era 20'an. Di mana siluet H dan siluet Y ini diterapkan dengan bentuk bulky yakni lebih besar di atas dan dibuat lurus ramping di bagian bawah, yang berbeda dari cutting busana Muslim kebanyakan pada umumnya yang hadir dengan potongan A-line atau lebar.
Dalam menyiapkan sepuluh potong koleksi bertemakan organ tubuh "Orgues" bermaterial bahan organza, tule, dan Thai silk ini, Irna sendiri mengaku membuatnya dengan waktu cukup singkat.
"Diajakinnya dadakan, jadi semua dikerjakan kira-kira satu bulan kurang lah. Awalnya saya bikin dari siluet yang sederhana dulu, bikin anyamannya dulu, tali-talinya dulu. Kesulitannya sih di sini perlu ketelitian lebih namun dalam waktu yang singkat," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)