Tradisi Pasang Lilin di Kuburan Pada Malam Natal di Manado

Subhan Sabu, Jurnalis
Senin 25 Desember 2017 10:11 WIB
Tradisi Malam Natal di Manado (Foto: Subhan Sabu/Kontributor)
Share :

Cobalah jalan-jalan atau melewati kompleks pekuburan khusus umat Nasrani pada Malam menjelang hari Natal, 24 Desember, Anda pasti akan kaget melihat pekuburan dalam keadaan terang benderang sehingga tidak nampak kesan mistis.

Ya, sudah menjadi kewajiban sebelum merayakan Natal harus ziarah ke kuburan orangtua ataupun sanak saudara yang sudah meninggal. Bukan saja rumah dicat ulang dan nampak barang-barang baru, namun kuburan pun dibersihkan, diberi bunga-bunga, lilin dan sebagainya. Sepanjang hari itu, kuburan akan terlihat sangat ramai oleh peziarah mulai dari pagi hingga malam hari.

Entah siapa yang memulai, yang jelas ziarah dan pasang lilin dikuburan sudah menjadi tradisi turun temurun di Manado pada malam menjelang Natal.

 

Robby Kumaat, salah seorang peziarah yang ditemui Okezone mengatakan bahwa itu merupakan suatu bentuk penghormatan terhadap keluarga yang sudah mendahului anggota keluarga lainnya. Hal tersebut menurutnya terinspirasi dengan tradisi umat Kristen di zaman Yesus yang sering memberi dan membawa rempah dan meminyaki kubur.

"Namun seiring berkembangnya zaman dan peradaban tradisi itu tetap terpelihara, walaupun hanya sekedar memasang lilin bersama seluruh anggota Keluarga sambil menaikkan doa syukur untuk penyertaan Tuhan terhadap anggota keluarga yang masih hidup," ujar Robby, Minggu, 24 Desember 2017.

Valentino Warouw, salah seorang peziarah juga mengatakan bahwa memang dalam umat Kristen Protestan serta mazhab atau sekte-sekte Kristen lainnya, tidak ada larangan untuk ziarah ke makam, namun juga tak ada perintah untuk ziarah ke makam.

 

"Untuk setiap umat Kristen, yang melakukan ziarah ke makam, mempunyai satu kesamaan pandangan, yaitu merupakan tanda dan lambang menghormati dan penghormatan kepada mereka yang telah lebih dipanggil oleh Sang Empunya Hidup dan Kehidupan," ujar Valen.

Kebiasaan ziarah ke makam juga menurutnya dilakukan oleh Orang Kristen, umat Kristen yang belatar etnis Timor/NTT, Minahasa, Maluku, dan juga pada Suku Batak yang beragama kristen.

Suasana kemeriahan Natal bukan saja terasa di rumah-rumah warga, semarak Natal juga ikut tampak di kompleks pemakaman di Kota Manado. Di beberapa wilayah di Sulut, seperti di Tondano dan Talaud.

Selain memasang lilin, membersihkan dan menaruh bunga di kuburan, ada juga yang memasang kembang api, petasan maupun mercon

"Pasang lilin dikuburan itu Tradisi yang pemahamnya tidak dalam konteks Alkitabiah namun dilakukan berdasarkan keinginan golongan tertentu saja," ujar Victor, salah seorang peziarah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya