Meski Diguyur Hujan, Puncak Sail Sabang 2017 Berlangsung Meriah

Zuhri Noviandi, Jurnalis
Sabtu 02 Desember 2017 14:44 WIB
Share :

SABANG - Meski diguyur hujan deras puncak perayaan Sail Sabang 2017 berlangsung meriah.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan rapai oleh JK didampingi Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Menteri Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan cuaca adalah suatu keindahan.

"Justru cuaca seperti ini turis tidak pernah merasakan hujan di negaranya. Jadi ini kesenangan bagi mereka, dan hujan itu adalah suatu keindahan, " sebut JK, disambut tawa seluruh tamu undangan. Saat membuka Sail Sabang di Pelabuhan CT-3 BPKS Sabang, Sabtu (2/12/2017).

Ia turut memberikan apresiasi kepada semua pihak terlibat dalam menyukseskan event Sail Sabang. Ia menilai meski diguyur hujan panitia tetap optimis menyukseskan kegiatan.

Disamping itu, JK menyebutkan bahwa saat ini Sabang merupakan sebagai pintu gerbang lautan Hindia di Indonesia. Maka ia berharap pemerintah setempat untuk terus membangun citra lebih baik kepada setiap wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Sabang.

"Jadi Sabang ini harus kita berikan citra yang baik. Karena orang datang kemari itu ingin tahu sesuatu bukan hanya pantainya saja, serta untuk mendorong para Investor berinvestasi kemari," katanya saat memberikan sambutannya.

(Baca Juga: Menengok Keindahan Pulau Rubiah di Sabang)

JK menyampaikan dua hal yang menarik berlangsungnya Sail sail yang ke-9 setelah Sail Karimata yang digelar di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat pada 2016 lalu, yaitu Sabang telah memiliki infrastruktur pelabuhan yang bagus serta memiliki lokasi aman.

"Sabang ini sudah siap infrastruktur nya sebagai pelabuhan dan cuaca bagaimana pun pelabuhannya aman bagi kapal apa pun," kata JK.

JK menyebutkan, dirinya merasa gembira karena bisa kembali hadir ke Sabang setelah 17 tahun lalu. Pada tahun 2000 lalu dirinya bersama mantan presiden Gus Dur meresmikan pelabuhan Sabang sebagai kawasan zona ekonomi.

"Waktu itu saya masih menjabat sebagai menteri perdagangan. Jadi waktu itu saya membuat konsep bagaimana pelabuhan Sabang kita jalankan sebagai kawasan ekonomi khusus. Semua itu kita rencanakan untuk kelancaran ekonomi," katanya.

Selain itu, katanya, melihat keindahan laut dimiliki Sabang maka pemerintah harus banyak inisiatif untuk mendatangkan investor atau suatu kegiatan yang baik. JK menceritakan dulunya Sabang menjadi kawasan daerah banyak persinggahan kapal-kapal yang melintasi lautan Hindia namun sekarang sudah tidak ada lagi.

Dulu banyak kapal pengangkut penumpang ke Eropa singgah ke Sabang untuk mengambil logistik tapi sekarang sudah jarang. "Jadi artinya kita harus merubah cara pola pikir sesuai perkembangan teknologi yang ada di dunia ini khususnya di bidang maritim," kata JK

Sebut JK, dengan kehadiran Sail Sabang 2017 membuktikan bahwa sektor pariwisata atau tourism merupakan suatu penggerak ekonomi sangat besar. "Sabang mungkin sangat penting selain mempunyai keindahan alam dan juga kekayaan maritim serta fasilitas yang ada tentu akan memberikan insentif untuk meningkatkan sektor ekonomi."

(Baca Juga: Jalan-Jalan ke Sabang Enggak Harus Mahal Kok, Ini Rinciannya!)

Disamping itu, JK menyarankan, sebagai daerah yang memiliki otonomi khusus maka Aceh harus dihargai dengan memberikan peluang bagi pemerintah setempat untuk mengelola sendiri perekonomiannya.

Usai membuka Sail Sabang JK turut mengunjungi Kapal Perang KRI Bima Suci bersama didampingi Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Selain itu, pantauan Okezone, di tengah guyuran hujan sebanyak 350 penari turut menampilkan tarian kolosal menceritakan tentang Laksamana Keumalahayati.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan, menyampaikan Sail Sabang ke-9 ini fokus pada pengembangan destinasi wisata. "Ini yang membedakan dari pada Sail sebelumnya yang fokus kepada infrastruktur," ucapnya.

Ia menyampaikan, Sail Sabang diikuti oleh 13 kapal perang, satu kapal penelitian "Baruna Jaya" milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta pengunjung yang hadir mencapai 23.000 wisatawan baik asing maupun lokal.

Sejumlah acara Sail Sabang dimulai sejak 28 November 2017 lalu, menyajikan karnaval seni, pameran bahari, kompetisi nyelam bebas, sepeda santai, lomba blog, bakti sosial, jambore Iptek dan seminar, wonderful Sabang & Maring Expo, Kuliner Khas Aceh, serta beberapa kegiatan lainnya.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya