Simak 6 Fakta Kotoran Telinga, Salah Satunya Bisa Deteksi Dini Penyakit!

Dewi Kania, Jurnalis
Senin 20 November 2017 15:11 WIB
Kotoran telinga tidak selalu buruk (Foto:Thehealthsite)
Share :

BAGI sebagian orang, mengorek kotoran telinga jadi salah satu hal yang wajib dilakukan. Padahal seharusnya Anda tak melakukannya, karena kotoran telinga bermanfaat bagi Anda.

Para ilmuwan mengatakan, kotoran telinga janganlah dihilangkan. Karena manfaatnya dapat melindungi lubang telinga dari bakteri.

Di samping itu, telinga sebagai organ penting yang harus dilindungi. Anda harus menjaganya supaya tidak mengalami gangguan.

BACA JUGA:

Canggih Tapi Ngeri, Rekayasa Genetika Pertama pada Manusia Dilakukan di California

Lebih lanjut, dilansir Thehealthsite, Senin (20/11/2017), ini dia 6 fakta yang menjelaskan tentang kotoran telinga. Simak ulasannya sebagai berikut.

Mengandung senyawa kimia untuk melindungi telinga

Para ilmuwan dari Monell Center di Philadelphia menemukan, kotoran telinga mengandung senyawa kimia penghasil bau. Jumlah senyawanya ini berbeda antara individu asal Asia Timur dan bule.

Jenis kotoran telinga

Kotoran telinga juga dikenal dengan istilah ilmiah serumen. Ini adalah campuran sekresi dari kelenjar keringat khusus dengan bahan lemak, yang dikeluarkan dari kelenjar sebasea. Ada dua jenis kotoran telinga fisik, yakni lilin kuning-coklat basah atau lilin putih kering.

Jenis kotoran telinga terkait dengan gen

Telah ditemukan bahwa perubahan kecil pada gen yang dikenal sebagai ABCC11, terkait dengan produksi bau ketiak. Seseorang bisa memiliki kotoran telinga basah atau kering.

Etnis yang berbeda memiliki jenis kotoran telinga yang berbeda

 

Seseorang dari Asia Timur, misalnya, Cina, Korea dan Jepang dan keturunan asli Amerika memiliki gen ABCC11. Adapun kotoran jenis telinganya yakni kotoran kering. Tapi biasanya menghasilkan lilin telinga tipe basah dan bau berlebihan.

BACA JUGA:

Rela Dipacari Sugar Daddy yang Penting Perempuan Muda Ini Bisa Oplas Mirip Barbie

Kotoran telinga pada orang Kaukasia memiliki bau lebih tajam daripada di Asia Timur.

Untuk mengeksplorasi apakah kotoran telinga memiliki bau khas, para peneliti mengumpulkan kotoran dari 16 pria sehat, 8 orang Kaukasia dan 8 orang keturunan Asia Timur. Masing-masing sampel dimasukkan ke dalam botol yang dipanaskan dengan hati-hati selama 30 menit. Hasilnya, senyawa organik yang diturunkan dari etnis Kaukasia punya bau yang khas daripada Asia Timur.

Kotoran telinga bisa membantu mendiagnosis penyakit tertentu.

Setidaknya ada dua penyakit metabolisme penghasil bau yang diidentifikasi dari kotoran telinga. Selain dari analisis darah dan urin, kotoran telinga bisa membantu deteksi penyakit. Karenanya, jangan abaikan kotoran telinga Anda supaya bisa membantu mengindikasi penyakit yang Anda derita.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya